Menilik Lebih Jauh “Direct Cost,” Komponen Pembentuk Biaya Operasi dalam Penerbangan

0
Sumber: runway.com

Sudah bukan menjadi sebuah rahasia lagi jika harga tiket penerbangan di akhir tahun atau yang kondang disebut peak season akan melejit seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan penerbangan. Namun jika ditelaah lebih jauh, peningkatan harga tiket penerbangan ini bisa dibilang cukup masuk akal menimbang biaya pengoperasian suatu rute juga tidaklah murah. Nah, kira-kira, bagaimana perhitungan biaya pengoperasian sebuah penerbangan? Berikut ulasannya.

Baca Juga: Ikutan Menjerit Karena Harga Tiket Pesawat Mahal? Cek Dulu Penyebabnya!

Sejatinya, ada empat komponen pembentuk biaya pengoperasian sebuah penerbangan yang masing-masing diantaranya memiliki peran dan presentase yang berbeda – Direct Cost, Indirect Cost, Fleet Cost, dan Overhead Cost. Mengingat masing-masing dari variabel tersebut memiliki peruntukkan dan jumlah presentasenya tersendiri, maka pada pembahasan kali ini KabarPenumpang.com akan membahas tentang Direct Cost terlebih dahulu.

Direct Cost merupakan komponen yang paling banyak berperan dalam pembentukan biaya pengoperasian suatu penerbangan. Mengutip data rataan tahun 2017 milik salah satu maskapai kenamaan yang ada di Indonesia, presentase Direct Cost menyentuh angka 57,78 persen , disusul oleh Fleet Cost di angka 28,81 persen, lalu ada Overhead Cost dengan presentase 9,77 persen, dan 3,64 persen sisanya adalah Indirect Cost.

Dan bila dijabarkan lebih dalam, Direct Cost memiliki faktor-faktor pembentuknya – tentu saja dengan presentase yang berbeda satu sama lain. Berikut adalah rinciannya:

Fuel: 28,39 persen
Variable Maintenance: 7,13 persen
Catering: 4,13 persen
Handling: 4,03 persen
Pax Commission: 2,75 persen
Cabin Crew Travel: 2,39 persen
Cockpit Crew Travel: 2,19 persen
Air Traffic Control: 2,19 persen 
Reservation: 1,86 persen
Landing: 1,67 persen
On-Board Service: 0,41 persen
Freight Commission: 0,33 persen
Credit Card Commission: 0,31 persen

Namun jangan anggap ini adalah angka yang mutlak, mengingat hampir semua angka yang ada di jagad penerbangan komersial adalah hal yang fluktuatif. Andaikan ada perubahan, lazimnya tidak akan terlalu signifikan dan sangat kecil kemungkinannya untuk bisa menggeser posisi bahan bakar (fuel) yang ada di posisi pertama.

Sebagai catatan tambahan, presentase fuel yang terpampang di atas merupakan presentase terbesar pertama dari semua total biaya operasi – disusul oleh biaya sewa pesawat (lease) yang ada di level 26,25 persen pada data yang sama.

Baca Juga: Nah Ini! Trik Unik Buat Cari Tiket Pesawat Murah

Sebagai ilustrasi, total cost yang dikeluarkan maskapai tersebut pada tahun 2017 lalu adalah US$3,1 miliar. Jika pada tahun tersebut Direct Cost berkontribusi sebesar 57,78 persen, maka total yang dikeluarkan pihak maskapai adalah US$1,8 miliar.

Jadi, sedikit banyaknya Anda sudah mendapatkan gambaran tentang betapa rumitnya sektor kedirgantaraan komersial. Contoh di atas hanyalah segerintil kecil dari kompleksitas faktor yang mempengaruhi dunia penerbangan, kebayangkan betapa rumitnya permainan angka di dalamnya?

Leave a Reply