Seperti suatu asupan kebutuhan tiap hari bahwa kereta api selalu yang paling diincar dan digunakan sebagai transportasi utama dalam perjalanan jauh maupun dekat. Tak heran perjalanan menuju destinasi favorit di kota besar yang dilewatinya menjadi suatu kewajiban untuk menggunakan jenis kereta api yang digemari masyarakat.
Salah satunya pada kereta api lokal. Transportasi jarak dekat ini tersebar sangat dibutuhkan bagi warga lokal yang berada di kawasan perkotaan. Seperti halnya kereta lokal yang ada di Jawa Timur. Tak hanya saat hari libur, har kerja pun kereta lokal di wilayah ini selalu terlihat ramai, bahkan saat waktu tertentu yakni masyarakat mulai melakukan aktivitasnya.
Nah, masyarakat yang selalu menggunakan Kereta api lokal di Jawa Timur tentu punya cerita sendiri. Meski bukan kereta jarak jauh seperti layanan kelas eksekutif, justru hal inilah yang paling setia menemani aktivitas harian masyarakat tersebut.
Mulai dari pekerja pabrik, mahasiswa, pedagang, sampai pelancong yang sekadar ingin jalan-jalan murah, kereta lokal, atau kini dikenal sebagai Kereta Commuter Line Wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, nyaris tak pernah sepi.
Dioperasikan oleh KAI Commuter, layanan ini menjadi tulang punggung mobilitas di kota-kota besar hingga kawasan penyangga Jawa Timur. Rutenya relatif stabil hingga 2026, dengan tarif terjangkau dan jadwal yang menyesuaikan ritme aktivitas masyarakat.
Berikut ini, kabarpenumpang akan merangkumnya untuk kalian tentang kereta api lokal di Jawa Timur yang selalu ramai walaupun saat hari kerja berlangsung.
1. KA Dhoho–Penataran (Surabaya Kota – Malang – Kertosono – Surabaya)
Kereta ini melayani rute melingkar Surabaya Kota – Mojokerto – Blitar – Malang – Surabaya Kota, dengan nama berbeda tergantung arah perjalanan. Hampir setiap hari, gerbongnya dipenuhi penumpang.
Mahasiswa dari Malang, pekerja dari Mojokerto, hingga warga Blitar yang hendak ke Surabaya memanfaatkan rute panjang ini. Selain fungsional, perjalanan KA Dhoho–Penataran juga menawarkan pemandangan sawah, pegunungan, hingga kota-kota kecil yang jarang disentuh kereta jarak jauh.
2. KA Jenggala (Sidoarjo – Mojokerto)
Untuk wilayah industri dan kawasan penyangga Surabaya, KA Jenggala punya peran vital. Kereta ini melayani rute Sidoarjo – Mojokerto PP serta Surabaya Kota – Mojokerto PP.
Penumpangnya didominasi pekerja harian dan pelajar. Pada jam berangkat dan pulang kerja, suasana di dalam kereta terasa hidup, obrolan ringan, penumpang berdiri, hingga pedagang kecil yang sudah akrab dengan rutinitas komuter. Tak heran jika KA Jenggala hampir selalu penuh, meski hanya melayani rute pendek.
3. KA Blorasua (Surabaya Pasar Turi – Cepu)
Meski lintasannya menembus Jawa Tengah, KA Blorasura tetap menjadi bagian penting dari jaringan kereta lokal Jawa Timur. Kereta ini melayani rute Surabaya Pasar Turi – Cepu.
Setiap hari kerja, kereta ini dipenuhi penumpang lintas daerah mulai dari pegawai, pedagang, hingga warga yang pulang-pergi antarprovinsi. KA Blorasura membuktikan bahwa kereta lokal tak hanya melayani kota besar, tetapi juga daerah perbatasan yang jarang tersentuh transportasi massal lain.
4. KA Probowangi (Surabaya Gubeng – Ketapang)
Meski jaraknya cukup panjang, KA Probowangi tapi serasa lokal jarak jauh. Kereta ini melayani rute Surabaya Gubeng – Ketapang (Banyuwangi) dan dikenal selalu ramai, terutama di hari kerja.
Penumpangnya pun beragam. Mulai dari pekerja lintas kota, mahasiswa, hingga pelancong hemat. Dengan tarif yang relatif terjangkau, KA Probowangi sering menjadi alternatif kereta jarak jauh. Perjalanan panjang ini terasa ‘hidup’ karena penumpang silih berganti naik dan turun di banyak stasiun.
Perlu diketahui, istilah ‘kereta lokal’ kini secara resmi telah diganti menjadi KA Commuter Line. Meski namanya berubah, fungsinya tetap sama yaitu menghadirkan transportasi massal yang murah, terjangkau, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Resmi! Commuter Line SUPASPRO Beroperasi 1 Maret 2026: Cek Rute dan Tarifnya
