Tuesday, April 28, 2026
HomeHot NewsMewah dan Berani, Superyacht Rusia Senilai Rp8 Triliun Tembus Blokade Selat Hormuz

Mewah dan Berani, Superyacht Rusia Senilai Rp8 Triliun Tembus Blokade Selat Hormuz

Di tengah ketegangan geopolitik yang menutup salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia, sebuah kapal pesiar mewah (superyacht) milik miliarder Rusia dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz. Kapal bernama Nord tersebut tetap melaju meski wilayah tersebut tengah berada dalam kondisi blokade yang ketat akibat perselisihan antara Iran dan Amerika Serikat.

Kapal pesiar sepanjang 142 meter yang bernilai lebih dari $500 juta (sekitar Rp8 triliun) ini terpantau berlayar dari Dubai menuju Muscat, Oman, pada akhir pekan lalu. Keberhasilan Nord melintasi selat ini menjadi sorotan dunia maritim, mengingat Selat Hormuz biasanya menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia, namun kini hampir sepi dari lalu lintas kapal swasta akibat risiko konflik.

Fasilitas Sultan di Jalur Konflik Nord bukanlah kapal sembarangan. Fasilitas di dalamnya mencakup kolam renang, kapal selam pribadi, hingga landasan helikopter (helipad). Kapal ini secara teknis terdaftar atas nama istri Alexey Mordashov, miliarder baja Rusia yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden Vladimir Putin. Meskipun Mordashov masuk dalam daftar sanksi Barat sejak invasi ke Ukraina, kapal pesiar mewahnya tetap bebas berlayar di beberapa wilayah hukum yang tidak menerapkan sanksi tersebut.

Manuver Diplomatik di Balik Layar Keberhasilan kapal berbendera Rusia ini menembus blokade tidak lepas dari kedekatan hubungan diplomatik antara Teheran dan Moskow. Di saat yang bersamaan dengan pelayaran Nord, delegasi Iran tengah berada di St. Petersburg untuk bertemu dengan Vladimir Putin guna memperkuat “hubungan strategis” mereka.

Kondisi di Selat Hormuz sendiri saat ini sangat tidak menentu. Harga minyak dunia, termasuk patokan Brent, melonjak hingga $109 per barel akibat pembatasan pelayaran di jalur vital ini. Sementara kapal-kapal swasta lain memilih untuk menghindari risiko besar di wilayah tersebut, Nord justru mencatatkan perjalanan yang mulus, membuktikan betapa kuatnya pengaruh politik di balik operasional logistik maritim saat ini.

Mein Schiff 4 dan Mein Schiff 5 Sukses Lintasi Selat Hormuz, Kapal Pesiar dari Qatar dan UEA Kini Menuju Eropa

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru