Militer Jepang Siapkan Kapal Ferry untuk Karantina Masyarakat Terinfeksi Virus Corona

0
(reuters.com)

Virus corona yang membuat satu kapal pesiar harus di karantina baru-baru ini membuat militer Jepang menyiapkan kapal ferry sewaan pada Rabu (5/2/2020) kemarin. Kapal ferry ini rencananya akan digunakan sebagai kapal karantina yang dapat menampung ratusan kasus diduga virus corona.

Baca juga: Jepang Karantina Kapal Pesiar Diamond Princess Gara-gara Satu Penumpang Terinveksi Virus Corona

Kehadiran kapal ferry tersebut juga karena jumlah orang terinfeksi virus di Jepang meningkat. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman reuters.com (5/2/2020), kapal Hakuou seberat 17 ribu ton itu berlabuh di pangkalan angkatan laut Yokosuka di dekat Tokyo.

Pangkalan angkatan laut ini juga merupakan pelabuhan asal kapal induk Ronald Reagan dari Amerika Serikat. Kapal ini awalnya hanya mampu mengangkut 94 orang dan jika diservis akan mampu menampung lebih banyak lagi.

“Sekitar 300 orang bisa hidup dengan nyaman di kapal dan kapal ini juga mampu menampung 500 orang meski itu berarti antrian untuk pemandian dan fasilitas lainnya,” kata seorang pejabat pasukan bela diri Jepang.

Kapal Hakuou dipersiapkan ketika lebih dari 3.500 orang di karantina selama dua minggu di kapal pesiar yang berlabuh di Jepang. Dalam kapal pesiar tersebut sepuluh diantaranya sudah dinyatakan terinfeksi virus corona dan mungkin lebih banyak lagi penumpang bisa terinfeksi.

Karena adanya pengkarantinaan ini, Pemerintah Jepang mengkritik bahwa terlalu lambat untuk menanggapi krisis kesehatan. Bahkan tidak seperti negara lain, Jepang belum secara terpaksa mengkarantina orang yang mungkin membawa virus corona masuk ke Jepang setelah kembali dengan penerbangan evakuasi dari Wuhan di Cina tempat epidemi dimulai.

Jepang sendiri diketahui sudah memiliki 33 kasus virus corona yang termasuk 17 orang berada di Wuhan dan sepuluh lainnya terkarantina di kapal pesiar Princess Diamond. Sejak Sabtu (1/2/2020), Jepang sudah menolak masuk orang asing yang datang dari Wuhan, provinsi Hubei dan larangan tersebut bisa diperluas ke negara bagian lainnya di Cina. Nantinya orang-orang yang akan dikarantina di kapal Hakuou kurang lebih selama sepuluh hari akan mendapatkan fasilitas yang bisa membantu mengabiskan waktu.

Baca juga: Terjebak Karantina Virus Corona di Kapal Pesiar, Pasangan ini Pesan Anggur via Drone

“Kapal akan dilengkapi dengan komputer tablet dan WiFi yang bisa membantu mereka yang dikarantina menghabiskan waktu. Mereka masing-masing juga diberi perlengkapan mandi dan kebutuhan lainnya selama tinggal di kapal. Makanan pun di antar ke kamar mereka masing-masing,” kata pejabat pertahanan Jepang.

Leave a Reply