Mirip Sistem Transit Pesawat, Traveloka Kemas Tiket Kereta Dengan Model Lanjutan

jalur ekstrim kereta di Indonesia

Sampai saat ini moda transportasi yang identik dengan sistem lanjutan alias transit lewat one stop payment adalah pesawat terbang. Namun belum lama ini, masyarakat pengguna kereta api jarak jauh dihebohkan dengan adanya kereta lanjutan, kesemuanya dikemas dalam satu paket pembayan. Banyak yang bertanya-tanya apakah ini kebijakan langsung PT Kereta Api Indonesia (KAI) atau hanya agen perjalanan yang membuatnya agar penumpang lebih mudah?

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Emplasemen, Istilah Perkeretaapian Yang Terlupakan

Dengan sistem transit, penumpang yang ingin menikmati satu kota dan tidak mau terburu-buru sampai ke kota tujuan, atau tidak menginginkan sampai di kota tujuan tengah malam maupun dinihari dapat memilih opsi ini. Sebenarnya, kereta lanjutan dari agen pembelian tiket (Traveloka.com) seperti memanfaatkan kekosongan bangku di stasiun-stasiun yang memang banyak penumpang turunnya di saat akhir tahun dan juga bertepatan dengan liburan sekolah.

Seperti contoh kereta dari Stasiun Pasar Senen Jakarta tujuan Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, yang biasanya sekali jalan menghabiskan waktu kurang lebih sembilan jam, tetapi dengan kereta lanjutan bisa sampai 13 jam perjalanan. Hampir semua kereta lanjutan tujuan Yogyakarta akan transit di Purwokerto, sehingga penumpang transit bisa menikmati keindahan kota Purwokerto sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

Ilustrasi pembelian tiket tambahan dari Traveloka (KabarPenumpang.com)

Tak hanya tujuan Yogyakarta, hampir ke semua tujuan kereta jarak jauh, Traveloka memberikan kereta lanjutan. Padahal bila di cek sebenarnya harga tiket yang dikenakan sama dan fee yang dikenakan sebesar Rp7500 menjadi dua kali lebih besar, intinya seperti membeli dua tiket biasa.

Kami pernah merasakan sistem transit ini, dikarenakan suatu hari kehabisan tiket menuju Yogyakarta. Dari Stasiun Gambir dengan KA Parahyangan kami terlebih dahulu harus menuju Bandung untuk transit dan ganti kereta di Stasiun Bandung. Sehingga dari Bandung perjalanan ke Yogyakarta kami sambung dengan KA Malabar, kira-kira waktu transit yang dihabiskan di Bandung sekitar lima jam. Keseluruhan tiket dapat dibeli dalam satu transaksi pembelian di Traveloka.

Namun, harga yang dikenakan baik memilih transit sendiri atau menggunakan kereta lanjutan bisa lebih mahal ataupun murah tergantung kereta yang Anda gunakan. Tiket akan lebih mahal ketika Anda membeli tiket eksekutif kemudian melanjutkan kembali dengan eksekutif dan sebaliknya dengan kereta ekonomi.

Beberapa pengguna kereta lanjutan mengatakan, tidak ada tanggungan dari KAI jika penumpang yang menggunakan kereta tersebut terlambat. Sehingga bila penumpang ketinggalan kereta maupun kereta datang terlambat pun pihak KAI tidak akan memberikan ganti rugi apapun.

Sebenarnya dari PT KAI sendiri tidak mengenal adanya sistem tiket dengan transit “Kita tidak mengenal sistem transit seperti ini. Ini program dari agennya saja,” ujar Humas PT KAI Daop 1 Suprapto yang di hubungi KabarPenumpang.com (13/12/2017).

Baca juga: Sembunyi dari Kondektur Tiket Kereta, Masih Bisakah?

Sayangnya pihak KAI memang tidak menyediakan, justru mengatakan bila kereta sudah habis tujuannya, seperti menuju Yogyakarta, masyarakat bisa menggunakan kereta Prambanan Ekspres (Prameks) untuk melanjutkanya dari pemberhentian kereta terakhir. Tetapi, hal ini justru bisa membuat masyarakat sendiri tidak nyaman dan tidak efektif, jadi lebih memilih untuk membeli kereta dari Jakarta. Sebab, untuk menunggu kereta Prameks sendiri pembelian tiket tidak bisa dari Jakarta melainkan harus dari stasiun asal pemberangkatan minimal dua jam sebelumnya.

Sistem penawaran tiket model transit/lanjutan selain memberikan kemudahan pembayaran dan pilihan ekstra bagi konsumen, tak pelak ikut mendongkrak tingkat penjualan kereta.