MRT Jakarta Buka Naming Right Tahap 2, Semua Perusahaan Indonesia Bisa Ambil Bagian

0
Sketsa stasiun untuk Blok A (MRT Jakarta)

Naming right atau penamaan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sudah ada tiga yang dikomersilkan, yakni Dukuh Atas, Setiabudi dan Istora. Selain itu juga Sisingamangaraja dengan naming right Stasiun Sisingamangaraja Asean, dan ini tidak dikomersilkan melainkan penjualan secara diplomatik.

Baca juga: Delapan Kereta MRT Jakarta Uji Coba Secara Penuh dengan Headway 10 Menit

Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Jakarta, Gamal Peris mengatakan, akan membuka naming right di tahap kedua. Di tahap ini, untuk Stasiun Benhil, Senayan, Blok M dan Lebak Bulus.

“Kalau tahap pertama kita buka untuk perkantoran yang dekat dengan stasiun MRT dimana jarak terjauh 700 meter. Kali ini kita buka untuk semua perusahaan di Indonesia sehingga semua bisa ikut,” ujar Gamal yang ditemui KabarPenumpang.com, Rabu (30/1/2019).

Gamal menjelaskan, untuk tahap kedua ini sendiri rulenya adalah penamaan oleh perusahaan akan dikontrak selama lima tahun dan akan diperpanjang lima tahun berikutnya. Apalagi penamaan ini juga tidak menghilangkan nama aslinya, hal ini dilakukan agar penumpang tidak bingung.

“Kita tetap pakai nama asli stasiun, penamaan perusahaan akan ada di belakangnya, jadi kalau sewaktu-waktu berganti penumpang tidak bingung,” jelas Gamal.

Dia mengatakan, saat ini pun pihak MRT tengah membuat kartu single dan multi trip dengan tipe C. Gamal menjelaskan, kartu tipe C ini cepat untuk dibaca oleh alat pemindai di gate dan berbeda dengan kartu perjalanan atau e-money lainnya yang memiliki tipe E.

“Kita punya kartu tapi ini nanti tidak akan terintegrasi dengan lainnya, maksudnya adalah tidak terintegrasi dalam tarif sehingga bila naik MRT misal Rp8500 untuk ongkos, saat pindah ke TransJakarta tetap kena Rp3500,” jelas Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

Baca juga: Tiga Stasiun MRT Jakarta Kini Telah Miliki “Naming Right”

Dia mengatakan, saat ini juga pihkanya tengah bekerja sama dengan beberapa bank yang mengeluarkan kartu uang elektronik yang bisa digunakan semua moda transportasi. William menambahkan saat ini pihaknya sudah mulai mencari lokasi-lokasi terkait dengan integrasi dengan TransJakarta untuk memudahkan penumpang.

Leave a Reply