Industri penerbangan di Indonesia akan segera kedatangan pemain baru yang berfokus pada layanan penuh (full service), yaitu Mukhtara Air. Maskapai ini, yang merupakan investasi besar dari Arab Saudi, menargetkan penerbangan komersial perdana dapat dilakukan paling lambat pada Januari 2026, setelah tuntas mengantongi sertifikat operasional utama (Air Operator Certificate atau AOC) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Kehadiran Mukhtara Air di Indonesia ditandai dengan pendaratan pesawat pertama mereka, Airbus A320, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada akhir November 2025 sebagai langkah awal untuk proses perizinan dan persiapan operasional.
Mukhtara Air bernaung di bawah payung perusahaan induk Manazil Al Mukhtara Company Holding yang berbasis di Madinah, Arab Saudi. Perusahaan ini sudah dikenal luas sebagai pemain utama di sektor Haji, Umrah, dan Perhotelan di Arab Saudi, khususnya di kota suci Madinah dan Jeddah.
Dipimpin oleh Chairman Sami Al Harbi, perusahaan induk ini melihat Indonesia sebagai pasar strategis yang sangat besar, terutama mengingat volume jemaah umrah dan haji yang selalu tinggi. Mukhtara Air diposisikan sebagai maskapai full service internasional yang menjanjikan layanan premium bagi jemaah maupun penumpang umum yang bepergian. Kantor pusat operasional Mukhtara Air di Indonesia telah didirikan di Komplek Perkantoran CBC dekat Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Dalam strategi operasionalnya, Mukhtara Air berencana mengadopsi model hub and spoke, menggunakan armada Airbus yang beragam untuk melayani rute domestik dan internasional.
Untuk fase awal operasionalnya, maskapai ini akan menggunakan Airbus A320 (dengan rencana awal dua unit, dan akan ditambah menjadi empat unit pada tahun 2026) untuk melayani rute-rute domestik atau feeder. Pesawat A320 ini dikonfigurasi dengan 152 kursi, yang mencakup delapan kursi Bisnis dan 144 kursi Ekonomi.
Sementara itu, untuk rute internasional jarak jauh, Mukhtara Air akan mengandalkan armada Airbus A330, di mana mereka menargetkan penambahan dua hingga enam unit sepanjang tahun 2026. Secara keseluruhan, maskapai ini menargetkan memiliki total 10 unit pesawat pada akhir tahun pertama operasinya.
Strategi rute Mukhtara Air dirancang untuk mengoptimalkan potensi pasar perjalanan ibadah. Rute-rute mereka akan menghubungkan berbagai kota besar di Indonesia sebagai titik kumpul sebelum terbang ke Arab Saudi.
Di sektor domestik, rute yang diprioritaskan meliputi Jakarta (sebagai bandara penghubung utama) menuju Surabaya, Denpasar (Bali), dan Kualanamu (Medan). Rute domestik ini berfungsi vital sebagai pengumpul jemaah dari berbagai pulau di Indonesia.
Di sektor internasional, rute utamanya adalah dari Jakarta menuju Jeddah, Madinah, dan Thaif. Penerbangan internasional ini akan berjalan secara reguler, tidak hanya berfokus pada musim haji, melainkan melayani penumpang umum dan perjalanan umrah sepanjang tahun, sekaligus menawarkan pilihan layanan full service baru di jalur Timur Tengah.
Dengan komitmen investasi dan fokus pada layanan premium, kehadiran Mukhtara Air diharapkan dapat meningkatkan standar layanan penerbangan, khususnya bagi jemaah umrah dan haji di Indonesia.
