Naik Kelas, Vokalis Iron Maiden Didapuk Jadi Kapten di AU Kerajaan Inggris

0
Bruce Dickinson saat mengenakan seragam Angkatan Udara Inggris. Foto: Departemen Pertahan Inggris.

Lama tak terdengar, eks vokalis Iron Maiden kini didapuk menjadi kapten Angkatan Udara Inggris atau Royal Air Force (RAF). Legenda heavy metal berusia 61 tahun tersebut kemudian tergabung ke dalam Skuadron 601 yang berbasis di London, pekan ini, sebagai hadiah atas dedikasi tingginya kepada RAF.

Baca juga: Bruce Dickinson, Pentolan Iron Maiden yang Menyandang Lisensi Pilot Pesawat Komersial

Menurut Mirror, seperti dikutip dari theaviationgeekclub.com, karir pria bernama lengkap Paul Bruce Dickinson tersebut selangkah lebih dekat dengan RAF ketika ia mengambil alih armada 747 milik Departemen Pertahanan dan membawa pulang pilot dari Afghanistan ke pangkalan Angkatan Udara di Cambridgeshire, Inggris.

Jalannya untuk mendapatkan posisinya sekarang di RAF pun semakin dekat ketika ia berhasil melakukan pendaratan darurat di RAF Halton, Bucks, pada Agustus 2015. Ketika itu, WW 1 Fokker triplane-nya hampir kehabisan bahan bakar hingga akhirnya terpaksa melakukan pendaratan darurat.

Jauh sebelum bergabung, ia terlebih dahulu sudah menunjukkan kecintaannya terhadap RAF lewat lagu-lagu yang diciptakan dan dinyanyikannya di seluruh dunia bersama band legendaris yang membesarkan namanya, Iron Maiden. Lewat salah satu lagunya yang berjudul “Empire of the Clouds”, ia menulis, “Pelaut dari langit, ras yang tegar, setia kepada raja, dan kecintaan pada pesawat.”

Selain “Empire of the Clouds”, Iron Maiden yang dikomandoinya juga memiliki sejumlah lagu yang terinspirasi oleh militer Inggris. Single mereka yang berjudul “Aces High” dibuat khusus untuk memberikan penghormatan terakhir kepada empat pilot RAF dan armada Angkatan Laut Inggris yang gugur saat berjuang mempertahankan Inggris dari serangan Jerman pada 1940 silam.

Tak hanya itu, pria kelahiran Nottinghamshire, Inggris, ini, selain memiliki bakat sebagai penyanyi, musisi, penyiar, pebisnis, penulis, dan pilot tersebut, ia juga memiliki bakat sebagai pemain anggar. Bakatnya di dunia anggar bukan kaleng-kaleng, ia pernah berada di peringkat ke-7 di Inggris – dan saat ini telah memenuhi syarat untuk mewakili RAF di kompetisi resmi.

Kecintaan, dedikasi, dan perjuangannya tersebut pun menuai banyak pujian dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari salah satu sumber RAF yang tak ingin disebutkan namanya.

“Sangat luar biasa bahwa Bruce telah diangkat menjadi kapten grup kehormatan. Dia seorang penerbang yang tajam dan mencintai RAF. Dia pria kelas satu. Dua minat besarnya di luar musik adalah terbang dan anggar,” katanya.

Baca juga: Pilot Tak Datang, Penumpang EasyJet Akhirnya Terbangkan Pesawat

Sebagai informasi, skuadron 601 sendiri bukanlah skadron kacangan. Meskipun skuadron tersebut adalah skadron cadangan RAF, skuadron ini adalah salah satu yang paling dihormati karena jasa-jasanya, termasuk dalam pertempuran dengan Jerman pada 1940. Selain itu, orang Amerika pertama yang terbang dalam Perang Dunia Kedua adalah anggota skuadron ini.

Skadron ini mulai diaktifkan kembali pada tahun 2017. Skadron ini adalah skuadron spesialis yang memanfaatkan bakat para pemimpin dari industri, akademisi, dan penelitian untuk memberi saran, membentuk, dan membangun RAF.

Leave a Reply