Ngeri! Ini Efek Alkohol dan Narkoba Terhadap Performa Pilot

0
Ilustrasi pilot. Foto: rt.com

Kasus pilot terlibat barang haram kembali terjadi. Dua pilot dengan inisial DC dan DSK yang masing-masing berasal dari maskapai Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia—anak usaha Garuda Indonesia Group, dibekuk Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Keduanya dikabarkan diringkus polisi karena mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

Baca juga: Pilot Kedapatan Konsumsi Alkohol, Penerbangan Singapore Airlines dari Melbourne Terpaksa Batal

Selain sudah menjadi barang haram, pengguna narkoba dari kalangan pilot tentu sangat membahayakan. Bisa dibilang, pilot yang mengkonsumsi narkoba mendapat ‘dosa’ berlipat-lipat. Sebab, profesi pilot lekat dengan berbagai tindakan krusial yang menyangkut nyawa orang banyak, mulai dari pra penerbangan sampai pasca penerbangan; seperti interpretasi cuaca, peningkatan bahan bakar, pemilihan rute, hingga aspek navigasi penerbangan.

Dengan berada diposisi krusial tersebut, jelas bagi pilot untuk tak boleh terganggu ataupun diganggu oleh berbagai hal yang mampu menurunkan performanya. Jangankan narkoba yang jelas-jelas memiliki efek langsung dalam memengaruhi penggunanya, makanan, minuman, laptop, smartphone, serta barang apapun yang tak berhubungan langsung dengan operasional saja dilarang; di bawah aturan sterile cockpit rule.

Dilansir skybrary.aero, alkohol dan narkoba atau obat-obatan terlarang memiliki berbagai efek buruk bagi pilot. Khusus untuk narkoba, dari beragam jenis, setidaknya barang haram tersebut ada enam yang pemakaiannya jelas dilarang karena berdampak terhadap performa pilot. Untuk lebih jelas, berikut dampak alkohol dan narkoba pada performa pilot.

1. Alkohol
Pilot memiliki dampak langsung terhadap alkohol dibanding pengguna lainnya. Sebab, pilot bekerja di atas udara, dengan tekanan di dalam kabin yang berbeda dengan profesi lain pada umumnya. Studi menunjukkan, alkohol sangat cepat terserap ke dalam darah.

Selain itu, alkohol juga dapat diserap oleh telinga bagian dalam. Karena telinga bagian dalam mempengaruhi keseimbangan, pada akhirnya efek alkohol dapat menyebabkan disorientasi dan vertigo.

Alkohol juga disebut dapat mempengaruhi kinerja tubuh dalam menyerap oksigen. Belum lagi tekanan kabin yang rendah di atas ketinggian menyebabkan pilot pengguna alkohol dapat mengalami hypoxic hypoxia atau disfungsi hemoglobin dalam menyerap oksigen.

Dengan kondisi tersebut, efek negatif kumulatif alkohol dan ketinggian bisa membuat pilot pengguna alkohol terdampak 2-3 kali lipat dibanding pengguna lainnya. Celakanya lagi, efek negatif alokohol juga lambat hilang. Studi menyebut butuh tiga jam untuk menghilangkan efek 1 ons alkohol.

2. Narkoba Jenis Antihistamines
Antihistamin sering digunakan untuk mengurangi pengaruh alergi. Bila disalahgunakan, narkoba jenis ini dapat menyebabkan rasa kantuk berlebih, reaksi lambat, dan gangguan fokus. Bisa dibayangkan bukan, bila pilot mengalami reaksi semacam itu ketika di udara.

3. Narkoba Jenis Sulfa Drugs
Sulfa Drugs sebetulnya adalah obat antimikroba yang biasa digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Efek samping dari penyalahgunaan obat jenis ini adalah gangguan pengelihatan, pusing, reaksi lambat, dan depresi.

4. Narkoba Jenis Tranquillisers
Jenis ini sebetulnya cukup bermanfaat di dunia medis. Bila digunakan di luar itu, tranquillisers atau obat penenang memiliki efek samping buruk bagi penggunanya, mulai dari reaksi lambat, kantuk, konsentrasi berkurang, dan berbagi fokus ke hal-hal tak penting.

5. Narkoba Jenis Motion Sickness Medications
Narkoba jenis ini dapat menyebabkan kantuk dan menekan fungsi otak. Obat tersebut juga dapat mengganggu pengguna dalam proses pengambilan keputusan.

Baca juga: Inilah Alasan Awak Kabin Hingga Terjerumus dalam Kecanduan Obat dan Alkohol

6. Weight Loss Drugs
Obat ini sebetulnya cukup baik bila digunakan dalam waktu dan tempat yang tepat. Namun bagi pilot, cukup berisiko. Sebab, obat penurun berat badan itu dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan serta menyebabkan perasaan sehat berlebih sehingga juga dapat mempengaruhi keputusan berlebih.

7. Barbiturates
Barbiturat, termasuk fenobarbital terbukti nyata dapat mengurangi kewaspadaan atau fokus pengguna.

Leave a Reply