Saturday, April 13, 2024
HomeAnalisa AngkutanNgeri, Semakin Banyak Pesawat Penumpang di Rusia Mengalami Malfungsi

Ngeri, Semakin Banyak Pesawat Penumpang di Rusia Mengalami Malfungsi

Sanksi internasional yang dikenakana kepada Rusia telah berdampak pada layanan penerbangan. Seperti dukungan suku cadang menjadi salah satu tantangan yang mengemuka, tatkala mitra aviasi Barat rama-ramai meninggilkan Rusia pasca invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Dalam aspek lain, keselamatan penerbangan juga akan terpengarun pada situasi tersebut. Seperti kabar bahwa mulai banyak pesawat penumpang di Rusia yang mengalami malfungsi baik saat di darat dan udara.

Baca juga: Di Tengah Sanksi, Aeroflot (Rusia) Terpaksa Kirim Pesawat ke Iran untuk Perbaikan

Mengutip dari akun X NEXTA @nexta_tv (11/12/2023), disebut bahwa sebuah pesawat dengan zat radioaktif di dalamnya melakukan pendaratan darurat. Ini merupakan kejadian ke-14 di bulan Desember 2023.

Pesawat-pesawat Rusia terus melakukan pendaratan darurat dengan frekuensi yang mengkhawatirkan. Hari ini sebuah penerbangan yang berangkat dari Moskow dengan membawa zat radioaktif seberat 19 kilogram melakukan pendaratan darurat di bandara Vnukovo segera setelah lepas landas, tulis Shot. Di dalam pesawat, selain muatan berbahaya, terdapat 104 penumpang. Pesawat mengirimkan sinyal bahaya tentang tidak berfungsinya roda pendaratan.

Pagi ini juga diketahui bahwa pesawat An-24 buatan tahun 1960 terpaksa return to base karena rusaknya indikator kecepatan. Pada bulan ini saja, setidaknya ada empat belas kasus pesawat Rusia mogok selama penerbangan yang telah dilaporkan:

🔹 10 Desember – Superjet SSJ-100 kembali ke bandara karena ketidakmampuan menarik roda pendaratan.

🔹 Pada tanggal 8 Desember, sebuah Airbus A319-111 melakukan pendaratan darurat karena penurunan tekanan kabin.

🔹 Pada pagi hari yang sama Boeing 737 milik perusahaan S7 kembali ke bandara karena kerusakan mesin.

🔹 Pada tanggal 7 Desember, mesin kargo Tu-204 terbakar.

🔹 Pada tanggal 6 Desember, sebuah Aeroflot Boeing 777 terbakar karena korsleting.

🔹 Pada tanggal 5 Desember, sistem kendali kemudi An-12 gagal, dan penerbangan Moskow-Kazan juga melakukan pendaratan darurat karena kegagalan kendali sistem stabilisasi.

🔹 Pada tanggal 2 Desember, Airbus A321 Aeroflot mendarat darurat di Sheremetyevo karena kerusakan mesin kiri. Pada hari yang sama, Superjet 100 mendarat di Tyumen karena alasan teknis.

🔹 Pada tanggal 1 Desember, tiga penerbangan melakukan pendaratan darurat sekaligus. Airbus A321 milik Aeroflot mendarat di Pulkovo karena ada masalah pada sistem pendingin udara. Boeing 737 milik Aeroflot melakukan pendaratan darurat di Yuzhno-Sakhalinsk karena penurunan tekanan penyangga roda pendaratan.

Baca juga: Hadapi Sanksi AS dan Barat, Maskapai Rusia S7 Bakal Memproduksi, Menguji dan Mensertifikasi Suku Cadang Pesawat

Lebih dari 180 kasus malfungsi dalam penerbangan telah tercatat sejak awal tahun, dibandingkan dengan 60 insiden serupa pada tahun 2022, berdasarkan perhitungan Newsweek.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru