Nok Air, Terkenal dengan Logo Paruh Burung, Inilah LCC Khas Thailand

0

Warna warni pada livery di bodi pesawat ini sangat unik, bahkan saking khasnya membuat armada Nok Air mudah dikenali dari kejauhan. Menggunakan warna-warna pastel, ditambah gambar paruh burung pada hidung kokpit, menjadikan maskapai low cost carrier yang berbasis di Bandara Don Mueang, Bangkok ini lumayan tersohor di Thailand.

Nok Air namanya, sayang maskapai LCC ini tidak melayani penerbangan ke Indonesia. Namun melihat corak livery pada Nok Air menjadikan rasa penasaran untuk mengetahui sepak terjang dari juga mengambil logo paruh burung ini. Bagi Anda yang menginjakan kaki di Bandara Don Mueang, maka besar kemungkinan akan melihat armada Nok Air yang tengah parkir di apron.

Baca Juga: Liburan di Bangkok? Ini Tips dari Tourism Authority of Thailand Biar Tak Salah Arah!

Mungkin beberapa dari Anda masih agak asing dengan nama maskapai yang satu ini – namun jangan salah, destinasi yang dilayani Nok Air mencapai 32 destinasi yang tersebar di Thailand, Cina, India, Myanmar, dan Vietnam. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, maskapai ini sendiri didirikan pada tanggal 10 Februari 2004, dan memulai operasi komersialnya lima bulan berselang.

Untuk diketahui, Nok Air ini berada di bawah naungan perusahaan asal Myanmar, Sky Asia Co., Ltd. Kendati begitu, saham kedua terbesar yang ada di tubuh maskapai ini dipegang oleh flag carrier Thailand, Thai Airways.

Satu ciri khas unik yang akan Anda temui dari maskapai Nok Air ini adalah adanya gambar paruh burung berbentuk kartun berwarna kuning di hampir setiap pesawat yang beroperasi – mungkin ini juga yang menjadikan inspirasi bagi pihak maskapai untuk menjadikan paruh burung tersebut sebagai logo perusahaan.

Dalam menjalankan bisnisnya, Nok Air menggunakan 23 unit pesawat yang terdiri dari 15 unit Boeing 737-800, dan delapan unit Bombardier Dash 8 Q400 NextGen. Mengutip dari Wikipedia, Nok Air tercatat sebagai salah satu maskapai yang sudah memesan varian Boeing 737 MAX 8 sebanyak tujuh unit guna memperkuat lini armada burung besinya.

Baca Juga: Long Haul Low Cost Carriers, Solusi Terbang Jarak Jauh Tanpa Harus Kuras Dompet!

Selayaknya maskapai lain yang berusaha menggeliat di tengah persaingan transportasi udara yang semakin ketat, Nok Air yang resmi mengudara sejak 23 Juli 2004 dikabarkan juga tergabung ke dalam sebuah aliansi penerbangan bernama Value Alliance. Aliansi penerbangan ini sendiri merupakan yang kedua (setelah U-FLY Alliance) yang hanya berisikan maskapai-maskapai LCC saja. Di Value Alliance, Nok Air tergabung bersama Cebu Pacific, Cebgo, Jeju Air, dan Scoot.

Bagi Anda yang masih melihat Nok Air sebagai sebuah maskapai dengan sebelah mata, agaknya fakta bahwa Nok Air telah bekerja sama dengan Scoot untuk menghadirkan LCC baru bernama NokScoot akan membuat pandangan Anda berubah.

Selain kaya akan wisata alam dan budayanya, ternyata Thailand juga menyuguhkan berbagai alternatif perjalanan bagi para pelancong – khususnya via jalur udara.

Leave a Reply