Oleg Konstantinovich Antonov – Sosok Legendaris di Balik Nama Besar “The Mammoth” An-225

Oleg Konstantinovich Antonov (kiri). Sumber: istimewa

Siapa sih yang tidak tahu dengan pesawat terbesar saat ini, Antonov An-225 Mriya? Pesawat kargo dengan enam mesin jet yang mampu mengangkut muatan hingga 250 ton. Adapun nama dari perusahaan ini diambil dari nama sang founder, Oleg Konstantinovich Antonov. Ia sendiri secara pribadi bertanggung jawab untuk merancang sejumlah pesawat Soviet yang sangat sukses (seperti Antonov An-12) dan pesawat layang untuk keperluan sipil dan militer.

Baca juga: William Boeing, Eks Pengusaha Kayu Yang Bawa Pengaruh Besar di Dunia Aviasi

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Oleg Konstantinovich Antonov lahir di Troitsy (sekarang menjadi Podolsky District) pada 7 Februari 1906. Di usianya yang baru menginjak enam tahun, ia sudah harus berpindah menuju Saratov. Sejak kecil, Antonov sudah memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap dunia aviasi.

Lalu di usianya yang ke-17 tahun, Antonov mendirikan Amateur Aviation Club, sebelum akhirnya bergabung bersama Organization of Friends of the Air Force. Singkat cerita, Antonov merakit OKA-1 “Pigeon”, sebuah glider yang mengantarkannya untuk memenangkan peringkat pertama pada sebuah kompetisi yang diadakan di Moskow.

Pada tahun 1930, Antonov berhasil menyelesaikan pendidikannya di Kalinin Polytechnical Institute, Leningard. Kecintaannya terhadap dunia aviasi membuat Antonov tetap mendesain glider, dan pada tahun 1931, Antonov diangkat menjadi chief designer di Moscow Glider Factory.

A-7 Military Glider. Sumber: istimewa

Singkat cerita, Perang Dunia II pecah dan Antonov dengan segala keahliannya turut terjun langsung pada perang tersebut. Antonov merancang A-7 military glider yang digunakan untuk mengantarkan pasokan ke garis depan perang.

Lalu pada tanggal 31 Mei 1946, Antonov diangkat menjadi kepala fasilitas di Biro Penelitian dan Desain Antonov, di Kiev, Ukraina. Di waktu yang hampir bersamaan, Antonov juga diangkat menjadi Siberian R&D Institute for Aeronautics. Di sinilah perjalanan perusahaan Antonov dimulai. Pengembangan demi pengembangan terus dilakukan olehnya, hingga yang paling fenomenal adalah Antonov An-225 yang masuk ke Guinness Book of Records untuk catatan 240 rekornya.

Baca Juga: Niki Lauda – Mantan Jawara F-1 Yang Banting Stir Jadi Penggiat Bisnis Aviasi

Oleg Konstantinovich Antonov sendiri meninggal pada 4 April 1984 di Kiev, Ukraina di usianya yang ke-78 tahun. Antonov meninggalkan empat orang anak – Rolan, Anna, Elena, dan Andrei dan tiga orang istri – Elena Kochetkova, Yelyzaveta Shahatuni dan Elvira Antonova.