Omprengan Riwayatmu Kini

0
Salah satu omprengan

Dari aspek regulasi, omprengan merupakan angkutan umum tidak sah dan sampai saat ini masih beredar di wilayah Jakarta. Wujudnya bisa disamakan dengan taksi gelap yakni mobil dengan plat hitam dan beredar di sekitaran Ibu Kota.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, bahwa omprengan ini ada karena moda transportasi saat itu yang masih bisa dijangkau masyarakat. Sayangnya, adanya omprengan ini tidak jelas keberadaannya sejak kapan dan siapa yang membuatnya. Omprengan kerap muncul atas desakan kebutuhan suatu komunitas dan peluang jalur transportasi yang belum terisi atau dilayani oleh moda angkutan kota.

Jelasnya, omprengan ini masih terus beroperasi karena bisa dikatakan murah dari tempat keberangkatan hingga tujuan akhirnya. Ada beberapa rute yang dilewati omprengan ini seperti Segitiga Emas Jakarta yakni Sudirman, Gatot Subroto dan Kuningan. Adapun jalur lainnya yang biasa di lewati omprengan adalah Blok M, Thamrin, Grogol dan Slipi.

Baca juga: Bemo, Mencoba Eksis Ditengah Himpitan Zaman

Sejatinya, jalur-jalur ini bisa dikatakan adalah jalur yang paling banyak dilewati para pekerja. Biasanya omprengan ini memiliki titik kumpul tersendiri yakni Cibubur Junction dan Taman Bunga Wiladatika, Cibubur. Namun, terkadang mobil-mobil omprengan ini juga mengangkut penumpang dari pinggir jalan tol. Biasanya, para pengguna omprengan yang naik dari pinggir jalan tol dikarenakan terlalu jauh untuk menuju titik kumpul.

Tarif yang dikenakan para pengemudi omprengan bisa dikatakan murah yakni sekitar Rp8 ribu hingga Rp12 ribu sekali jalan dari titik kumpul hingga tujuan akhirnya. Mengikuti kebutuhan transportasi para pekerja, omprengan biasanya beroperasi dari jam 05.00 hingga 09.00 pagi dan 17.00 hingga 20.00 malam.

Baca juga: “Timer,” Antara Utusan Operator Angkutan dan Pungutan Liar

Para pengguna omprengan lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki, sebab untuk naik angkutan umum terkadang tidak mendapat tempat duduk sehingga harus berdiri. Sementara bila naik omprengan, mereka akan mendapatkan duduk yang nyaman. Mobil-mobil yang digunakan yakni Isuzu Panther, Mitsubishi L300, dan Daihatsu Espass yang rata-rata keluaran tahun 80-an sampai 90-an. Namun tak sedikit juga mobil bertampang keren dan bertahun muda yakni menggunakan Toyota Avanza keluaran 2002.

Selain memudahkan para pekerja, omprengan juga masih berguna oleh karyawan yang bekerja di sekitaran segitiga emas kota Jakarta. Hingga kini, omprengan masih terus berjaya dengan ‘penumpang’ setianya. Yang perlu dicatat, karena menjadi angkutan yang ilegal, maka harus dipahami tidak ada santunan asuransi bila suatu waktu terjadi musibah di jalan raya.

Leave a Reply