On This Day: Penerbangan Trans-Atlantik Perdana yang Dibumbui Sejumlah Kendala

Sumber: Kompas

Memang, tidak ada hari libur nasional di tanggal 12 April 2019 ini – pun dengan jadwal cuti bersama yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Namun percayalah, 12 April merupakan tanggal yang memiliki nilai sejarah tersendiri, dimana 91 tahun yang lalu, tiga orang pionir di sektor aviasi melakukan penerbangan trans-Atlantik dari arah timur menuju barat. Dapatkah Anda membayangkan betapa bersejarahnya momen tersebut, mengingat keberadaan teknologi yang masih bisa dibilang seadanya dan belum secanggih sekarang.

Baca Juga: Campur Biofuel dan Avtur, United Airlines Sukses Layani Penerbangan Trans-Atlantik Terlama!

Adalah Hermann Kohl (berkebangsaan Jerman), Ehrenfried Günther Freiherr von Hünefeld (berkebangsaan Jerman), dan James Fitzmaurice (berkebangsaan Irlandia) yang melakoni perjalanan bersejarah tersebut. Sebenarnya, gagasan penerbangan trans-Atlantik ini sudah terpatri untuk dieksekusi sejak masa Perang Dunia I. Gagasan ini ditunjang dengan kemajuan teknologi di sektor aviasi yang dirasa sudah cukup dan ambisi dari sejumlah pilot yang merasa tertantang untuk mengukirkan namanya di dalam buku sejarah kedirgantaraan global.

James Fitzmaurice (tengah) dan Ehrenfried Gunther (kanan). Sumber: Kompas

Belum lagi iming-iming hadiah dari sejumlah pihak pelaku aviasi yang semakin mengobarkan asa para pilot untuk menaklukkan penerbangan lintas Samudera Atlantik ini.

Sebelum mengarungi Samudera Atlantik, ketiga pilot ini sudah memiliki pengalamannya masing-masing. Sebut saja Hermann dan Ehrenfried yang telah terlebih dahulu mencoba rute penerbangan ini setahun sebelum menorehkan sejarah – 1927. Namun karena terkendala cuaca buruk, mereka berdua terpaksa Return to Base dan penerbangan tandem tersebut pun batal terlaksana.

Pun dengan James yang juga pernah mencoba rute penerbangan ini bersama temannya. Namun sama seperti Hermann dan Ehrenfried, James harus mengurungkan niatnya karena terkendala kondisi cuaca.

Junkers W33. Sumber: Kompas

Pada akhirnya James memutuskan untuk bergabung dengan Hermann dan Ehrenfried untuk melakoni penerbangan trans-Atlantik ini bertiga dan mereka sepakat untuk mengudara dari timur menuju barat (Irlandia menuju Jerman).

Lagi-lagi kendala cuaca hampir saja membatalkan penerbangan mereka. Hingga pada akhirnya di tanggal 12 April 1928, dengan menggunakan pesawat fixed wings, Junkers W33, mereka bertiga mengudara untuk mencatat tinta emas di sektor aviasi global.

Baca Juga: Bandara Terapung, Dari Sebuah Konsep Hingga Terwujud di Jepang dan Hong Kong

Ternyata, hambatan tidak hanya terjadi pra-penerbangan saja. Ketiga pilot beda kewarganegaraan ini juga sempat mengalami kendala dalam urusan komunikasi, sehingga mereka bertiga menyiasatinya dengan cara kode khusus agar penerbangan tersebut berjalan lancar.

Lagi, kendala terjadi ketika pesawat tengah mengudara dan sistem pesawat mulai berjalan tidak normal. Kondisi itu diperburuk dengan cuaca yang lagi-lagi seolah tidak merestui penerbangan tersebut. Ketika semula tujuan akhir dari penerbangan ini adalah New York, akhirnya karena banyaknya aspek yang tidak memungkinkan pesawat untuk terbang menuju New York, ketiga pilot ini terpaksa mendaratkan Junkers W33 yang diberi nama Bremen di Pulau Greenly di Kanada.