Operasikan 400.000 Unit, Populasi Bus Listrik Terbesar Masih di Cina

Salah satu bus listrik yang dioperasikan oleh Foothill Transit. sumber: pri.org

Kondisi polusi udara yang sudah semakin tidak bisa ditolerir belakangan ini membuat sejumlah eksekutif yang berkecimpung di sektor transportasi di luar sana memutar otak guna mencari jalan keluar dari polemik turunan ini. Beragam opsi yang ditawarkan oleh produsen transportasi, mulai dari moda darat, laut, hingga udara guna memerangi polusi ini ditawarkan agar mereka bisa tetap membiarkan ‘dapurnya ngebul’. Salah satu opsi yang paling relevan untuk kondisi sekarang ini adalah moda listrik.

Baca Juga: Cina Rajai Populasi Bus Listrik di Seluruh Dunia

Tidak bisa ditampik, beraga varian moda listrik kini mulai bermunculan ke permukaan – mulai dari electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) yang mewakili moda udara, kapal ferry bertenaga listrik yang mewakili moda laut, kereta listrik dan bus listrik yang mewakili moda darat. Semuanya menyajikan keuntungannya masing-masing, kendati beberapa dari mereka akan mengubah regulasi yang selama ini diberlakukan.

Nah, ngomong-ngomong soal bus listrik, ternyata Negeri Tirai Bambu Cina hingga saat ini masih didapuk sebagai negara penghasil bus listrik terbesar di dunia. Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman pri.org (8/10), Anda dapat dengan mudah menemukan eksistensi dari bus listrik di jalanan-jalanan di Cina sana – lengkap dengan stasiun pengisian dayanya yang dapat dilakukan sembari bus beroperasi.

Tidak percaya bahwa Cina merupakan pengguna bus listrik paling banyak di dunia? Sebuah fakta menyebutkan bahwa kota Shenzhen di Cina mengoperasikan sekitar 16.000 bus listrik dan ada lebih dari 400.000 bus listrik yang beroperasi di keseluruhan wilayah Cina. Sementara itu rival Cina dalam Perang Dagang, Amerika Serikat hanya mengoperasikan segerintil bus listrik saja.

Sebutlah Foothill Transit, sebuah agen angkutan umum yang didanai oleh 22 pemerintah kota yang ada di lembah San Gabriel dan Pomona hanya mengoperasikan 33 unit bus listrik saja, atau sepersepuluh dari total armada yang dimiliki Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Bus Listrik asal Cina Bawa Perubahan Radikal pada Transportasi di Santiago

Dari angka yang tersaji di atas saja, Anda sudah bisa melihat perbedaan yang amat sangat jauh antara Negeri Adikuasa dengan Cina, bukan? Pertanyaan lain yang muncul adalah, “Mengapa Cina bisa sebanyak itu mengoperasikan bus listrik?”

Jawabannya amatlah sederhana, karena negara dengan populasi terbesar di dunia tersebut sudah paham betul akan kondisi polusi yang sudah semakin meradang, dan mulai memprioritaskan elektrifikasi angkutan umum dengan subsidi dan peraturan nasional. Jadi, wajar saja apabila Cina seolah sudah biasa saja dengan kehadiran bus listrik – tidak seperti negara lain yang masih memiliki euforia yang tinggi terhadap moda ini.