Pacu Ekspor Ke Australia, Kemenhub Harapkan Pelni Buka Jalur ke Darwin

Novan Laoh

Indonesia Timur sangat kaya dengan sumber daya alam, termasuk indiustri perikanan yang potensial untuk dipacu lebih jauh. Dan melihat kondisi geografis Indonesia Timur yang berdekatan dengan Benua Kangguru, mendorong pemerintah lewat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT Pelni (Persero) untuk membuka rute pelayaran Indonesia Timur langsung ke Darwin, Australia.

Pembukaan rute ini diperuntukkan membangun konektivitas Indonesia dengan Australia. Dikutip dari liputan6.com (16/2/2017), Menteri Perhubungn budi Karya Sumadi mengatakan, “selama ini jalur ekspor ikan dan hasil laut lainnya dari Indonesia Timur harus melalui Surabaya. Nantinya dengan pembukaan rute Indonesia Timur langsung ke Darwin, Australia, ini dipercaya akan mempersingkat waktu dan biaya yang dikeluarkan lebih efisien.”

Menurut Budi, ada beberapa pelabuhan di wilayah Indonesia Timur yang bisa menjadi penghubung Pelni untuk berlayar menuju Darwin. Dua pelabuhan itu berada di Saumlaki dan Morotai, keduanya berada di Maluku. Kedua daerah ini menjadi salah satu pusat pengembangan hasil laut bagi kawasan Indonesia Timur. Tak hanya itu, Saumlaki dan Morotai saat ini tengah dikembangkan “Rumah Kita” sebagai pusat logistik hasil kerjasama Kementerian Perhubungan dengan Kementerian BUMN.

Rumah kita ini nantinya beberapa produk akan dikumpulkan dan diangkut melalui tol laut,. Namun tol laut ini belum memungkinkan,untuk melakukan ekspor ke Darwin, Australia. Sehingga PT Pelni harus menambah rute baru pelayarannya untuk ekspor impor ini.

Sebelumnya PT Pelni sudah pernah membuat trayek tol laut dari Indonesia Timur ke Indonesia Timur sendiri hingga ke Indonesia Barat. Trayek tol tersebut yakni dari Tanjung Perak-Merauke, Tanjung Priok-Biak dan Makassar-Babang (Bacan) dan rutenya ada yang melewati Saumlaki dan Morotai.

Sayangnya tol laut ini belum mencakup ke negara lain yang terdekat seperti Australia tepatnya di kota Darwin. Sehingga menjadi pemikiran kemenhub untuk Pelni menambahkan rutenya tersebut ke sana. Budi menambahkan, nantinya bila kedua daerah tersebut sudah dibuatkan pelabuhan akan di kelola oleh Pelni. Ini ditujukan agar konsolidasi ikan-ikan dan hasil laut lainnya dari Halmahera, Maluku Barat, Tenggara dan Morotai bisa di ekspor.