Palembang Dapat Bantuan Mobil Listrik Hidrogen, Ini Dia Bedanya dengan Mobil Listrik Biasa!

Sumber: bisnis.com

Ini memang kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah dari perhelatan Asian Games (1962 dan 2018), namun kali pertama bagi Tanah Air mendatangkan kendaraan bertenaga listrik hidrogen yang akan mendukung pesta olahraga Se-Asia tersebut. Diketahui, Pemprov Sumatera Selatan mendapatkan bantuan berupa dua buah mobil listrik hidrogen yang berasal dari Ecubes Arcola. Sama seperti Electric Vehicles (EV) lainnya, kendaraan ini pun digalang-galang bersih tanpa emisi alias ramah lingkungan.

Baca Juga: Perangi Polusi, Australia Selatan Manfaatkan Energi Terbarukan dari Hidrogen

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, rencananya mobil futuristik ini akan melayani sejumlah tamu VIP yang hadir untuk perhelatan Asian Games 2018 di Palembang. “Mobil ini akan melayani tamu-tamu yang hadir nanti pada ajang event terbesar Asian Games di Kota Palembang,” ungkap Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dikutip dari laman liputan6.com (18/8/2018).

Menurut Alex, jenis moda yang pertama kali hadir di Indonesia ini berbeda dengan EV lain yang baterainya harus diisi ulang selama berjam-jam lamanya – mobil listrik hidrogen ini hanya membutuhkan waktu pengisian daya beberapa menit saja untuk menempuh jarak yang sama dengan EV lainnya. Selain itu, Alex juga optimis Sumatera Selatan bisa menjadi pelopor dalam hal pengembangan energi terbarukan dengan menerapkan sistem transportasi yang ramah lingkungan tanpa emisi.

“Kendaraan bisa memberikan udara yang bersih bagi masyarakat dan ketersediaan energi terbarukan yang memadai dan terjangkau. Karena sangat mendukung pengurangan polusi lingkungan,” ujar Alex. “Mobil listrik ini akan mendorong inisiatif serupa, dalam mewujudkan infrastruktur energi ramah lingkungan,” tandasnya.

Ketua DPD Sumatera Selatan Partai Golkar ini juga mengatakan bahwa kendaraan serupa akan digunakan oleh Jepang pada Olimpiade 2020, “Namun kamu berinisiatif terlebih dahulu untuk menggunakan mobil listrik hidrogen,”

Lebih lanjut, hadirnya mobil listrik hidrogen ini merupakan tindak lanjut dari rencana Pemprov Sumatera Selatan untuk menjadikan Kompleks Jakabaring Sport City (salah satu venue Asian Games 2018 di Palembang) sebagai kawasan hijau bebas polusi. “Kalau kendaraan berbahan bakar fosil tentunya tidak boleh masuk ke Jakabaring,” terang Alex dikutip dari sumber berbeda.

Di sisi lain, Direktur PT Serba Dinamik Indonesia Nugroho Widiyantoro mengatakan perusahaannya sangat mendukung visi Sumatera Selatan dalam mewujudkan program energi hijau dan ramah lingkungan.

“Kami siap berkolaborasi dengan penyedia teknologi terkemuka dunia termasuk dalam hal investasi, transfer teknologi, dan implementasi program. Upaya itu dapat membuka pintu bagi berbagai proyek energi ramah lingkungan di Indonesia, serta mendidik para insinyur menerapkan teknologi hidrogen di masa depan,” ujar Nugroho.

Baca Juga: EMBATT, Baterai Mobil Yang Dapat Menempuh Jarak 1000 Km

Secara keseluruhan, mobil listrik hidrogen memiliki kesamaan dengan mobil listrik biasa, yaitu sama-sama menggunakan mesin elektrik. Perbedaannya hanya terletak pada sumber tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakan mesinnya. Jika mobil listrik mendapatkan tenaga dari baterai yang mampu menyimpan energi listrik, sedangkan mobil listrik hidrogen mendapatkan energi dari gas hidrogen yang telah melewati beberapa tahapan kimiawi dalam sebuah atau beberapa tabung bertekanan tinggi (700 bar).

Seperti yang sudah disinggung oleh Alex di atas, kelebihan dari mobil listrik hidrogen ini adalah tidak membutuhkan waktu lama untuk melakukan pengisian daya.