Tuesday, March 5, 2024
HomeHot NewsPangeran Arab Saudi Dirikan Maskapai Baru Riyadh Air, Siap Saingi Emirates Sampai...

Pangeran Arab Saudi Dirikan Maskapai Baru Riyadh Air, Siap Saingi Emirates Sampai Qatar Airways

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) akhir pekan lalu mengumumkan berdirinya maskapai baru bernama Riyadh Air. Maskapai ini adalah wujud dari realisasi rencana besar pangeran MBS dalam Visi 2030 yang hendak mendatangkan 100 juta wisatawan. Ini sekaligus mengubah orientasi pendapatan Arab Saudi dari mengandalkan minyak menjadi pariwisata.

Baca juga: Sukseskan Visi 2030, Arab Saudi Bangun Bandara Baru di Riyadh: Tampung 185 Juta Penumpang-Punya 6 Runway

Pangeran MBS menunjuk Tony Douglas yang sudah malang-melintang di industri dirgantara sebagai CEO. Tony dan Riyadh Air ditargetkan dapat melayani lebih dari 100 destinasi di seluruh dunia tahun 2030, bahu membahu bersama maskapai nasional Arab Saudi lainnya, Saudi Arabia Airlines (Saudia).

Target tersebut akan memanfaatkan lokasi strategis Arab Saudi yang berada di antara Asia, Afrika, dan Eropa, menjadikannya salah satu pilihan hub terbaik di dunia, demikian dilansir CNBC International.

Sejauh ini, pilihan hub terbaik di kawasan Timur Tengah dipimpin oleh Dubai dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA); Doha, Qatar; dan Istanbul, Turki. Selain jaringan rute maskapai yang luas, dalam hal ini Emirates, Qatar Airways, dan Turkish Airlines, pilihan destinasi wisata selama di negara atau kota tersebut juga menarik minat penumpang dunia. Pangsa pasar inilah yang kelak akan disusupi Riyadh Air.

Riyadh Air diharapkan dapat menyumbang US$20 miliar untuk pertumbuhan PDB non-minyak Arab Saudi. Maskapai juga ditarget dapat menciptakan lebih dari 200 ribu lapangan pekerjaan baik secara langsung maupun tak langsung.

Sayangnya, tak ada kejelasan mengenai jumlah armada dan pesawat apa yang kelak digunakan maskapai milik Dana Investasi Publik (PIF) tersebut. Namun, pada bulan Oktober tahun lalu, Arab Saudi dilaporkan sedang bernegosiasi untuk memesan hampir 40 jet Airbus A350 Airbus. Kerajaan juga dilaporkan tengah didekati Boeing untuk menyaingi penawaran Airbus.

Arab Saudi menggelontorkan miliaran dollar AS untuk mewujudkan Visi 2030. ‘Visi 2030’ sendiri ialah sebuah rencana pembangunan jangka panjang Arab Saudi yang menekankan pada diversifikasi ekonomi agar tak hanya mengandalkan minyak bumi yang harganya terus turun.

Dana untuk proyek ini mencapai US$4 miliar (Rp53,33 triliun) untuk membangun bandara, pelabuhan, maskapai, dan lainnya, yang diperkirakan bisa meningkatkan ekonomi Saudi dan menciptakan 35.000 lapangan pekerjaan baru. Harapan Arab Saudi adalah dapat menarik 100 juta pengunjung sepanjang tahun 2030.

Atas proyek ambisius 100 juta turis pada 2030 tersebut, semua lembaga dan perusahaan BUMN Kerajaan Arab Saudi mulai berpikir keras semata merealisasikan itu.

Baca juga: Arab Saudi Beri Penumpang Flynas dan Saudia Visa Transit 4 Hari, Bisa Umrah Gratis

Pihak kerajaan juga menggunakan berbagai cara untuk merealisasikan Visi 2030. Salah satunya dengan memberikan visa transit selama empat (4) hari bagi penumpang Flynas dan Saudia secara gratis.

Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin 30 Januari 2023. Selain umrah, traveler sekaligus penumpang yang dapat visa transit tersebut dapat mempergunakannya untuk berbagai aktivitas lain, seperti mengunjungi destinasi wisata sampai urusan bisnis.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru