Pangkas Waktu 1 Menit, Proyek JR East Rute Ueno – Omiya Tuai Kontroversi

Ilustrasi Kereta Cepat. Sumber: wikipedia

Sebagai salah satu upaya untuk tetap mempertahankan predikat sebagai negara yang memiliki jaringan kereta api terbaik di dunia, wajar rasanya jika Jepang terus melakukan pengembangan pada sektor perkeretaapiannya. Kali ini poin efektifitas dari si ular besilah yang disasar oleh salah satu operator kereta di Negeri Matahari Terbit, JR East. Sang operator yakin, peningkatan efektifias ini akan berdampak pada jumlah penumpang yang dapat diangkut.

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman moneycontrol.com (10/7/2018), kabarnya JR East akan meningkatkan batas kecepatan kereta ke level 130 km per jam, atau naik 20km per jam dari batas kecepatan yang sekarang. Proyek konstruksi berdurasi dua tahun ini melibatkan pembangunan jalur kereta yang akan menghubungkan Stasiun Ueno dan Stasiun Omiya. Mengingat Jepang merupakan negara yang sangat-sangat menghargai waktu, maka keunikan dari proyek JR East kali ini adalah memangkas estimasi perjalanan selama satu menit.

Ya, saat ini, kereta yang mengular di antara dua kota tersebut membutuhkan waktu 30 menit untuk tiba di tujuan. Sedangkan jika proyek ini rampung kelak, maka waktu tempuh antar dua kota ini dapat dipangkas menjadi 29 menit saja. Unik, ya! Kendati sempat menuai kritikan dari khalayak ramai soal pemangkasan waktu tempuh yang ‘sangat’ signifikan tersebut, namun pihak JR East yakin bahwa upayanya untuk meningkatkan efisiensi moda ini akan sukses.

Selain cibiran tersebut, sejumlah golongan juga kerap memprotes soal suara yang dihasilkan dari si kereta cepat ini, terutama bagi mereka yang tinggal tidak jauh dari jalur kereta. Tidak hanya suara, getaran yang ditimbulkan pun menjadi senjata cadangan para warga yang seakan menolak kehadiran dari kereta cepat ini.

Baca Juga: JR East Pasang Safety Guards, Apa Sih Bedanya Dengan Platform Screen Doors?

Menganggapi keluhan warga tersebut, pihak operator pun tidak tinggal diam. Mereka menyatakan bahwa pihaknya tengah memasang panel penyerap suara yang diproyeksikan untuk meminimalisir kebisingan yang ditimbulkan oleh kereta ini. Untuk masalah getaran, pihak JR East enggan mengeluarkan pernyataan lanjutan karena belum menemukan teknologi yang tepat untuk mereduksi getaran.

Tidak berhenti sampai di situ, beberapa kalangan pun menyebutkan bahwa proyek ini tidak seimbang. Maksudnya adalah dana yang dikeluarkan tidaklah sedikit, namun pendapatan yang dihasilkan jauh lebih kecil ketimbang pengeluaran dana di awal.