Thursday, April 18, 2024
HomeAnalisa AngkutanPasca Insiden di Haneda, FAA Izinkan Penggunaan Headset Virtual Reality (VR) untuk...

Pasca Insiden di Haneda, FAA Izinkan Penggunaan Headset Virtual Reality (VR) untuk Pilot

Pasca insiden tabrakan maut antara Airbus A350 Japan Airlines dan Bombardier DHC-8 milik Japan Coast Guard di Bandara Internasional Haneda, Federal Aviation Administration (FAA) – Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat, telah menyetujui penggunaan headset virtual reality (VR) untuk pilot maskapai penerbangan, alasannya headset VR dipercaya dapat membantu keselamatan dan masa depan penerbangan.

Baca juga: Dari Transkrip Petugas ATC Bandara Haneda, Ada Indikasi Kelalaian Pilot DHC-8 Japan Coast Guard

Kacamata pilot untuk Virtual Reality (VR) adalah headset khusus yang membenamkan pilot dalam lingkungan virtual yang realistis. Mereka terdiri dari layar nyaman yang dipasang di kepala dengan lensa dan sensor berkualitas tinggi. Pilot memakainya untuk merasakan visualisasi kondisi real-time yang lebih baik. Kacamata ini sebagian besar merupakan alat untuk pelatihan pilot, dan sekarang akan digunakan di kokpit penerbangan ke Hawaii dan tempat lain.

Pasar global augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) tumbuh secara eksponensial. Di bidang penerbangan, yang baru-baru ini merupakan pasar bernilai satu miliar dolar per tahun, diperkirakan akan tumbuh lebih dari dua puluh kali lipat pada akhir dekade ini, hal ini menunjukkan penerapan perjalanan udara yang terus berkembang.

AR, melapisi informasi digital ke dalam pandangan dunia nyata pengguna, memberikan persepsi yang lebih kaya terhadap lingkungan. Dalam penerbangan, AR mungkin sangat berharga dalam memberikan informasi real-time yang lebih baik kepada pilot tentang lingkungan sekitar pesawat mereka, termasuk cuaca, medan, dan pesawat lainnya. Hal ini dapat meningkatkan navigasi dan keselamatan secara signifikan.

Dikutip dari beatofhawaii.com (2/1/2024), persetujuan FAA ini menyusul pengumuman tahun lalu bahwa perusahaan tersebut, AerSale, telah memberikan Universal Avionics kontrak baru senilai $33 juta untuk memasok sistem Enhanced Flight Vision System (EFVS) yang dapat dipakai untuk pesawat Boeing 737NG. Pesawat Boeing 737 NG termasuk yang masih diterbangkan oleh Alaska Airlines dan United pada penerbangan Hawaii.

Lufthansa Luncurkan Virtual Reality Cockpit untuk Pelatihan Pilot Airbus A320

AerSale mengerjakan program Boeing 737 Setelah sebelumnya berupaya mengembangkan “SkyLens wearable Head-Up Display (HUD) pada Airbus A320. Berdasarkan kontrak, Universal akan memasok kamera SkyLens Head Wearable Display (HWD) dan EVS-5000 ke AerSale untuk mendistribusikan sistem tersebut ke maskapai penerbangan sebagai “AerAware.”

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru