Pasca Pelecehan Pada Awak Kabin, EVA Air Siap ‘Banned’ Penumpang yang Berperilaku Tak Pantas

EVA Air. Sumber: Bodegas Piqueras

Tentu masih lekang dalam ingatan Anda dimana seorang awak kabin dari maskapai EVA Air yang terpaksa membantu seorang penumpang untuk melepaskan pakaian dan mencebokinya. Ya, aksi pelecehan semacam ini ternyata ditanggapi serius oleh pihak maskapai, dimana maskapai yang berbasis di Taiwan ini mengumumkan akan menolak setiap penumpang untuk mengudara bersama EVA Air semisal ia pernah kedapatan menunjukkan perilaku yang tidak pantas terhadap awak EVA Air.

Baca Juga: Pelecehan Seksual, Pramugari Dipaksa ‘Nyebokin’ Penumpang

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman airlinegeeks.com (7/2/2019), awak kabin yang dilecehkan tersebut telah mengajukan tuntutan hukum kepada Biro Penerbangan Taiwan guna mengusut tuntas kasus ini. Namun upaya pihak maskapai untuk memberlakukan regulasi ini terbentur oleh peraturan Departemen Transportasi AS bagian 382 yang menyebutkan bahwa maskapai penerbangan tidak boleh menolak mobilitas penumpang atas dasar disabilitas, kecuali jika keselamatan penerbangan terancam oleh adanya penumpang yang bersangkutan.

Sebuah media lokal Taiwan mengatakan, EVA Air akan kembali mempertimbangkan regulasi ini mengingat masih ada opsi lain guna mencegah tindakan pelecehan semacam ini terulang kembali. Pihak maskapai bisa saja memberlakukan aturan dimana setiap penumpang yang membutuhkan treatment khusus selama penerbangan untuk membawa serta pengurus pribadinya sendiri – kendati serikat awak kabin telah meminta pihak maskapai untuk tidak menyertakan penumpang semacam ini di dalam sebuah penerbangan.

Sebelumnya, seorang penumpang EVA Air yang mengidap obesitas meminta bantuan kepada awak kabin untuk menggunakan toilet. Penumpang dengan bobot lebih ini mengaku kesulitan untuk mengakses toilet karena ukurannya yang terlalu kecil. Dua awak kabin ini diperintahkan penumpang untuk membantunya melepas celana karena ia tidak bisa melakukannya sendiri. Karena pada saat itu tidak ada awak kabin pria yang bertugas, maka dua wanita ini mau tidak mau menuruti permintaa tolong dari si penumpang.

Baca Juga: Sebelum Seperti Sekarang, Dulu Toilet Pesawat Gunakan Ember untuk Tampung Limbah Penumpang

Dua awak kabin ini lalu mengambil selimut untuk menutupi kemaluan dari si penumpang, namun malah ditepis olehnya seolah ingin memamerkan kemaluannya. Tidak berhenti sampai di situ, setelah selesai menggunakan toilet, si penumpang pria ini enggan keluar dari toilet jika tidak ‘diceboki’ oleh si pramugari. Terdesak oleh penumpang lain yang hendak menggunakan toilet, akhirnya awak kabin ini kembali menuruti perintah si penumpang dan erangan yang semakin memperkuat bahwa aksi tersebut masuk ke dalam ranah pelecehan seksual.