Pasca Temporary Grounded Boeing 737 MAX 8, Lion Air dan Garuda Indonesia Nyatakan Jadwal Penerbangan Tidak Terganggu

Ethiopian Airlines yang mengoperasikan Boeing 737 MAX 8 baru saja mengalami kecelakaan kemarin serta menewaskan 157 orang didalamnya. Imbas dari musibah tersebut, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan surat penghentian sementara atau temporary grounded untuk semua maskapai yang mengoperasikan jenis pesawat Boeing 737 MAX 8.

Baca juga: Lakukan Inspeksi, Kemenhub Resmi Berlakukan Temporary Grounded Pada Boeing 737 MAX 8

Maskapai terbesar di Indonesia, Lion Air yang memiliki sepuluh pesawat Boeing 737 MAX 8 mau tak mau juga ikut terkena imbasnya dengan menghentikan pengoperasian sementara dari armada tersebut. Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya mengikuti surat edaran tersebut untuk upaya memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami punya sepuluh pesawat Boeing 737 MAX 8 dan kini harus menghentikan sementara sampai batas waktu yang ditentukan. Lion Air tidak mengalami gangguan, karena di sistem kami ada rotasi pengoperasian pesawat, sehingga sepuluh pesawat tadi digantikan dengan pesawat lainnya,” ujar Danang yang dihubungi KabarPenumpang.com, Selasa (12/3/2019).

Danang menambahkan, dengan rotasi ini tidak akan ada yang dirugikan baik penumpang maupun maskapai. Sebab Lion Air selalu melaksanakan budaya keselamatan dalam setiap operasional penerbangan dan akan meminimalisir dampak dari keputusan penghentian sementara Boeing 737 MAX 8 tersebut agar operasional penerbangan dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu.

Sama dengan Lion Air yang memiliki pesawat Boeing 737 MAX 8, Garuda Indonesia yang memiliki satu armada, melakukan inspeksi ekstra terhadap pesawat jenis itu.

“Sebagai provider jasa penerbangan yang turut mengoperasikan satu armada Boeing 737 Max 8, Garuda Indonesia secara berkelanjutan terus melaksanakan prosedur inspeksi ekstra serta pemeriksaan berkala lanjutan,” kata M Ikhsan Rosan, Vice President Corporate Secretary PT Garuda indonesia.

Ikhsan mengatakan, inspeksi ekstra tersebut adalah pemeriksaan fitur-fitur vital penunjang kelaikan armada seperti airspeed, altitude system, flight control system, hingga stall management system dengan catatan hasil inspeksi baik. Pihak Garuda juga melakukan training terhadap pilot secara rutin untuk melaksanakan proficiency check di simulator Boeing 737 MAX.

“Garuda Indonesia juga terus melaksanakan close review dan berkoordinasi intensif dan memberikan regular report sejak Oktober tahun lalu. Dengan regulator dalam hal ini Direktorat Jenderal Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), dan memberikan saran dalam menyikapi adanya insiden penerbangan yang melibatkan armada Boeing 737 Max 8,” ujar Ikhsan.

Baca juga: Alvin Lie: Pemerintah Indonesia Sebaiknya Tidak Terbangkan Dulu Boeing 737 MAX 8

Terkait dengan keputusan Dirjen Pehubungan Udara Kemenhub, Ikhsan mengatakan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional terus berupaya mengedepankan komitmen dan budaya safety dalam seluruh lini operasionalnya. Hal tersebut sejalan dengan value aspek “safety” sebagai “core” operasional perusahaan yang sudah tertanam dalam budaya kerja jajaran karyawan dan lini operasional Garuda Indonesia.