Pelabuhan Benoa Berbenah, Kapal Pesiar Ukuran Besar Akan Bisa Bersandar

Menjadi salah satu incaran pelancong domestik dan mancanegara, Bali seolah tak habis akal untuk memperbaiki dan mempercantik pulaunya. Hal ini terlihat di mana Pemerintah Provinsi Bali dan Pelindo III yang melakukan kerja sama dalam pembangunan Pelabuhan Benoa dan Bali agar bisa disinggahi oleh kapal pesiar.

Baca juga: Tahun 2020, Roller Coaster Hadir di Kapal Pesiar Untuk Jelajahi Laut

KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, adanya pengembangan ini sudah disetujui oleh Gubernur Bali Wayan Koster yang melihat desain baru penataan Pelabuhan Benoa itu. Pada Oktober lalu, Pelabuhan Benoa bahkan sudah disinggahi oleh kapal pesiar sepanjang 268 meter dengan lebar 37 meter dan memiliki 12 lantai.

Kapal pesiar tersebut mengangkut dua ribu penumpang yang masuk ke dermaga Pelabuhan Benoa. Adanya pengembangan ini sendiri dengan memperpanjang dermaga pelabuhan, membuat rute perjalanan Pelabuhan Benoa ke objek wisata, transportasi dan pembangunan pusat UMKM.

Pengembangan ini dilakukan untuk memuaskan pelancong yang transit di Bali, sebab biasanya kapal pesiar akan bersandar dengan waktu yang cukup lama yakni enam hingga delapan jam.

“Maka ke depan ada cruise datang yang lebih mewah. Kita sudah tata supaya ke depan dibuat rute perjalanan, nanti penumpang yang ribuan akan dibagi, ada yang berkunjung ke Denpasar, Gianyar, Karangasem, Badung, meninjau pusat kerajinan rakyat destinasi wisata, transportasinya nanti akan disiapkan supaya keluar dari kapal penumpang, bisa lihat alam dan budaya Bali serta kerajinan rakyat,” kata Koster yang dikutip dari kumparan.com, Sabtu (2/11/2019).

Tak hanya itu Koster menambahkan, akan menyiapkan bisnis logistik agar kapal pesiar yang bersandar bisa menggunakan produk dari Bali seperti kebutuhan konsumsi yakni ikan, telur, daging, buah-buahan yang dihasilkan oleh peternak dan petani Bali untuk sumber makanan pelancong. Bahan bakar juga disediakan agar kapal bisa memenuhi kebutuhannya.

Sementara itu, Dirut PT Pelindo III Doso Agung menambahkan, sebelum diperpanjang kapal pesiar tidak bisa bersandar dan para pelancong diangkut dengan kapal lebih kecil. Bahkan karena ini banyak pelancong yang enggan untuk turun dan menikmati keindahan Pulau Dewata tersebut.

“Kami harus membangun kapasitas dermaga kami di tahun 2020. Tahun 2019 kami mulai kontruksi dan harapannya tahun 2020 selesai. Sehingga kapal masuk ke Benoa tidak terkendala kapal enggak bisa sandar. Kalau enggak bisa sandar pasti jumlah turis yang kan turun terbatas karena harus ditransfer lagi dari kapal kecil, orang akan malas, tapi kalau bisa bersandar orang-orang akan turun dan ini baik untuk perkembangan ekonomi di Bali,” ujar Doso.

Baca juga: Pelabuhan Benoa Berbeda dengan Tanjung Benoa di Bali

Dia mengatakan, Pelabuhan Benoa akan diperpanjang dermaganya sekitar 160 meter agar kapal pesiar bisa bersandar. Dikabarkan, perusahan kapal Genting Dream tengah membangun sebuah kapal dengan kapasitas empat ribu penumpang. Rencananya, kapal ini akan beroperasi tahun 2021 dari Amerika, Filipina dan Bali.