Pelajari Keunggulan Seoul Metro, MRT Jakarta Kembangkan Kapasitas Operasi dan Sistem Pemeliharaan

0
Sumber: MRT Jakarta

Guna mengembangkan kapasitas operasi dan sistem pemeliharaan perkeretaapian di kota besar, PT MRT Jakarta perlu mengadaptasi dan mempelajari sistem di luar negeri yang telah mapan dan maju, sebagai wujudnya PT MRT Jakarta telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Seoul Metro.

Baca Juga: Gandeng ITDT, MRT Jakarta Siap ‘Manjakan’ Pejalan Kaki dan Pesepeda

Sebagaimana siaran pers yang diterima oleh KabarPenumpang.com (15/8), ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi pengeksplorasian dalam pengembangan pengoperasian dan pengelolaan pusat kendali operasi (OCC); pengembangan kemampuan perawatan rolling stock dan depo; pengembangan pengetahuan atas kemampuan SAMBA (Smart Automatic Mechanical Big data Analysis-system) dan smart station; pengelolaan automatic fare collection (AFC); serta berbagai kegiatan knowledge sharing terkait lainnya. Rencananya Nota Kesepahaman ini akan berlaku selama dua tahun ke depan.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dan Chief Executive Officer Seoul Metro, Taeho Kim.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini adalah kunjungan balasan sebagai tindak lanjut benchmarking PT MRT Jakarta pada Juni 2019 lalu di Korea Selatan, di mana kami melihat bahwa Seoul Metro sebagai salah satu operator kelas dunia yang mengelola delapan jaringan dengan 340 kilometer jalur, kami menganggap perlu mendapatkan pengetahuan dari keandalan operasional mereka, terutama terkait penggunaan teknologi data raksasa (big data) dalam aspek operasional stasiun dan menjalankan rangkaian kereta,” ujar William Sabandar. “Kami berharap kompetensi operasionalisasi MRT Jakarta dapat meningkat dengan baik melalui kerja sama ini,” lanjut ia.

Baca Juga: BlueBird dan MRT Jakarta Sepakat Lakukan Studi Integrasi Layanan dalam Enam Bulan

Seoul Metro dikenal sebagai peraih penghargaan Operational and Technological Excellence dari UITP (Union Internationale des Transports Publics) adalah the International Association of Public Transport untuk proyek “Introducing Observer Pattern-based system for failure prediction of railway facilities (SAMBA)”

 

 

Leave a Reply