Peluang Pendapatan Baru, LCC Mulai Kenakan Biaya Untuk Bagasi Kabin

Daily Mail

Guna meningkatkan pundi-pundi pendpatan, maskapai berbiaya rendah alias low cost carrier (LCC) punya segudang cara untuk mengenakan biaya ekstra kepada penumpang, khususnya dalam pengenaan tarif barang bawaan di kargo. Terlebih melihat kecenderungan penumpang LCC membawa barang bawaan (hand carry) ke dalam kabin, maka beberapa maskapai LCC di luar negeri menerapkan kiat khusus untuk mengenakan tarif pada jenis barang bawaan yang ditenteng  ini.

Baca juga: Penanganan Bagasi di Bandara Kini Libatkan Teknologi RFID

Untuk alasan kenyamanan dan juga keamanan, secara default penumpang dengan hand carry akan menempartkan barang bawaannya ke dalam bagasi kabin, tempat penyimpanan yang tertutup dan berada di atas tempat deretan tempat duduk. Namun mengingat animo penumpang yang begitu besar atas barang bawaan di kabin, menjadikan kapasitas bagasi kabin selalu dalam kondisi overload.

Guna menyiasati kondisi diatas, dan melihat adanya peluang pengenaan tarif tambahan, Jet2, maskapai LCC asal Inggris menerapkan jurus yang terbilang baru. Seperti dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (21/7/2017), saat ini Jet2 sudah menambahkan biaya untuk memasukkan barang ke dalam bagasi kabin pesawat. Harga yang diberikan mulai dari £2,59 (sekitar Rp50.000) per orang per tasnya sekali berangat. Sehingga bila Anda pergi berdua bersama pasangan, setidaknya harus menambahkan £10 (sekitar Rp174.000) untuk ongkos mereka.

Daily Mail

Jet2 menawarkan pemesanan secara online, dimana pada saat penerbangan yang sibuk bisa memudahkan penumpang, atau kemungkinan lain pihak maskapai akan meminta penumpang membawa barang bawaannya untuk tidak dimasukkan ke bagasi kabin, melainkan bisa di pegang dan diletakkan di bawah bangku.

Juru bicara Jet2 mengatakan,”Penumpang Jet2.com dapat membawa 10 kg barang bawaan gratis. Namun pada penerbangan sibuk, kadang-kadang diperlukan beberapa barang bawaan untuk ditempatkan di luar bagasi kabin, namun pelanggan yang ingin menjamin bagasi mereka di pesawat dapat membayar biaya yang kecil untuk kami tangani secara khusus.”

Baca juga: Unik, Penumpang Masukkan Sebuah Bir Kaleng Ke Bagasi Pesawat dan Diberi ‘Tag’

Masih dari maskapai berbasis LCC, Ryanair yang berbasis di Irlandia juga punya ketentuan khusus menyangkut barang bawaan yang bisa masuk ke dalam kabin. Ryanair memang tidak memberikan biaya saat membawa barang ke kabin, tetapi maskapai ini hanya menjamin 90 penumpang saja yang bisa membawa tasnya ke bagasi kabin. Sisanya para penumpang akan seperti terkena bayaran ‘paksaan’ untuk bisa meletakkan barangnya di luar bagasi kabin.

Singkat cerita, apa yang diterapkan Ryanair menyiratkan bahwa penumpang yang check in lebih awal bisa mendapat prioritas membawa tas mereka untuk dibawa masuk ke dalam bagasi kabin pesawat. Selain itu Wizz Air, LCC asal Hungaria memberi imingan pengurangan biaya £9 untuk membawa tas ke bagasi kabin bagi penumpang yang check in lebih dini, dan langkah tersebut banyak membuat penumpang kebingungan.

Baca juga: Terlambat 2 Jam, Bagasi Penumpang Malindo Air Tak Kunjung Tiba Setelah 5 Jam Menanti

Sebuah studi oleh perusahaan penyedia layanan teknologi travel, CarTrawler tentang pendapatan tambahan dari maskapai, yang mencakup semua pendapatan di luar ongkos penerbangan, menemukan sepuluh operator teratas termasuk Ryanair dan Easyjet menghasilkan tambahan £21,5 miliar di tahun lalu, naik dari 1,6 juta poundsterling pada tahun 2007. Prioritas Ryanair Boarding mulai dari £5 per orang per penerbangan.

“Pelanggan Ryanair menikmati salah satu peraturan tas kabin paling murah di Eropa dan mungkin membawa satu tas 10 kg di kargo secara gratis dan satu tas kecil yang juga gratis dalam bagasi kabin. Karena keterbatasan ruang kabin di dalam kabin, hanya 90 tas pertama yang bisa dimasukkan ke dalam kabin, penumpang lainnya dapat menyimpan tas atau barang bawaan di bawah kursi, atau dipangku,” ujar salah seorang juru bicara maskapai.

Bagaimana dengan di Indonesia? LCC yang beroperasi di Tanah Air sampai saat ini memang belum menerapkan tarif atau biaya pada bagasi kabin seperti halnya di Eropa. Namun bukan berarti memasukkan barang ke bagasi kabin bisa semaunya. Ada ketentuan yang harus diikuti, mengingat ada standar keamanan dan kapasitas bagasi kabin yang terbatas. Sebagai contoh, AirAsia menerapkan aturan memasukkan barang ke bagasi kabin tidak boleh melebihi ukuran 56cm x 36cm x 23cm termasuk pemegang, roda, dan kantong tepinya. Bagasi tersebut harus muat dalam kompartemen atas.