Penerbangan di Afghanistan Mulai Pulih, Ini Asal Kedatangan dan Negara Tujuan Utamanya

0
Kabul airport [Getty]

Penerbangan di Afghanistan, dengan Bandara Internasional Kabul sebagai gerbang utamanya, terpantau pulih. Bukan hanya lebih baik dari hari ke hari, tetapi juga sudah mencapai titik sebelum Taliban mengkudeta negara itu. Tetapi, kemana tujuan utama setiap penerbangan dan sebaliknya, darimana keberangkatan pesawat tersebut berasal?

Baca juga: Diburu Taliban Gegara Bersekutu dengan AS, Dua Cerita Pelarian Warga Afghanistan Ini Bikin Merinding!

Menurut data dari Flightradar24, antara tanggal 16 dan 19 Agustus atau sehari setelah kudeta oleh Taliban dan larangan penerbangan sipil oleh Amerika Serikat (AS) sebagai operator bandara, terpantau hanya ada kurang dari 15 keberangkatan dan kedatangan pesawat setiap hari.

Padahal, sebelumnya bisa sampai 30 penerbangan di tanggal 14 Agustus bahkan 46 penerbangan sehari setelahnya atau tepat di hari Taliban mengkudeta istana kepresidenan Afghanistan.

Seiring berjalannya waktu, penerbangan di Bandara Internasional Hamid Karzai, Afghanistan, terpantau pulih. Sejak tanggal 20-23 Agustus lalu, pergerakan pesawat terus meningkat dan berhasil melampaui penerbangan atau pergerakan pesawat pada tanggal 14-15 Agustus.

Dilansir The Guardian, pada Jumat, 20 Agustus, ada 25 penerbangan berangkat dan tiba di Bandara Kabul, tiga kali lipat dari sehari dan dua hari sebelumnya. Sehari berikutnya, di hari Sabtu, pergerakan pesawat meningkat menjadi 30 pesawat. Hari berikutnya meningkat kembali menjadi 49 penerbangan dan menjadi 56 pergerakan pesawat pada 23 Agustus.

Secara keseluruhan, ada 272 penerbangan keberangkatan dan 237 kedatangan di Bandara Kabul antara 14 dan 23 Agustus.

Meski sudah pulih, tetapi, pesawat-pesawat yang tiba dan berangkat dan tiba dari Bandara Kabul tidak datang dari pesawat sipil, melainkan militer. Pantauan Flightradar24, empat dari lima pergerakan pesawat di bandara tersebut berasal dari pesawat militer.

Padahal, sebelum Taliban mengkudeta istana kepresidenan Afghanistan, mayoritas penerbangan didominasi oleh pesawat sipil dan pesawat militer hanya satu persennya.

Bila dirinci, sebelum kejatuhan Kabul ke tangan Taliban, pesawat sipil yang beredar termasuk puluhan Boeing 737, Airbus A343 (A340-300), dan A310. Sedangkan saat ini, pesawat militer yang mendominasi kedatangan dan keberangkatan dari Bandara Kabul kebanyakan dari pesawat angkut militer jumbo, Boeing C-17 Globemaster III.

Sejak tanggal 14 Agustus, negara yang paling banyak menerima atau negara tujuan favorit sebagian besar penerbangan dari Bandara Kabul adalah Uni Emirat Arab.

Disebutkan, setidaknya 31 penerbangan antara 14 dan 23 Agustus mendarat di negara ini. Uzbekistan dan Pakistan adalah tujuan penerbangan dari Bandara Kabul paling umum berikutnya. Selebihnya, penerbangan evakuasi oleh pesawat militer dari Bandara Kabul sering kali tidak terdeteksi.

Baca juga: Saat Bandara Kabul Chaos, Tim CCT AS Pegang Kendali Penuh untuk Layani Penerbangan Darurat

Dari 272 penerbangan keluar yang tercatat, 110 memiliki tujuan yang tak jelas. Tetapi, besar kemungkinan itu menuju Qatar dan Uni Emirat Arab.

Sedangkan dari 237 penerbangan masuk antara 14 dan 23 Agustus, 144 di antaranya tidak diketahui datang dari mana. Adapan penerbangan masuk yang terdata, 19 berasal dari Uzbekistan, 11 dari Pakistan dan sembilan dari masing-masing Uni Emirat Arab dan Turki.