Penumpang Tak Gunakan Masker, Pengemudi Taksi Boleh Tolak Penumpang

0
Teknologi AI dilibatkan Otoritas Dubai dalam mendeteksi penggunaan masker dan physical distancing di taksi. Foto: taxi-point.co.uk

Aturan baru menggunakan masker selama pandemi, membuat semua orang harus mengenakannya di mana pun mereka berada demi mencegah penularan virus corona. Bahkan transportasi umum pun mewajibkan setiap orang yang akan naik kereta, bus ataupun taksi menggunakan masker untuk keamanan diri mereka dan penumpang lainnya.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Otoritas Angkutan Darat Singapura Bagikan 300 Ribu Masker ke Sopir Taksi

Sepuluh perusahaan taksi di Tokyo, Jepang meminta kepada pemerintah perubahan aturan untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari virus corona. Di mana mereka meminta agar semua penumpang menggunakan masker dan pengemudi diperbolehkan menolak bagi mereka yang tidak menggunakan masker tanpa alasan yang tepat.

Permintaan aturan baru ini kemudian diizinkan oleh Kementerian Transportasi Jepang untuk melakukan penolakan pelanggan tanpa menggunakan masker. KabarPenumpang.com melansir timeout.com (10 /11/2020), aturan tersebut karena warga Tokyo tetap bergantung pada transportasi umum untuk perjalanan mereka.

Berdasarkan undang-undang transportasi jalan raya Jepang, sebagaimana diberlakukan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi, operator taksi hanya dapat menolak layanan dalam keadaan tertentu, seperti kepada pelanggan yang sangat mabuk atau melakukan kekerasan atau di antara keadaan khusus lainnya.

Sepuluh perusahaan taksi Tokyo meminta kementerian mengubah aturan untuk mengizinkan kebijakan ‘tanpa masker, tidak boleh bepergian’, karena penumpang yang mabuk berbicara dengan keras tanpa masker dapat meningkatkan risiko infeksi bagi pengemudi. Perubahan tersebut disetujui untuk melindungi pengemudi taksi dan penumpang berikutnya.

“Ketentuan tersebut tidak mendukung penolakan menyeluruh terhadap orang-orang yang tidak mengenakan masker,” kata seorang pejabat kementerian transportasi.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa jika pelanggan mereka tidak memakai masker, pengemudi taksi harus memeriksa apakah mereka memiliki kesehatan atau alasan lain yang tidak dapat dihindari. Kementerian mengatakan ketentuan itu disetujui untuk melindungi tidak hanya pengemudi taksi tetapi juga pengendara berikutnya.

Baca juga: Pengemudi Taksi di Beberapa Negara Positif Terkena Virus Corona

Sejak merebaknya virus, perusahaan taksi di Jepang telah mengambil tindakan pencegahan seperti sering melakukan disinfeksi kendaraan. Pengemudi diharuskan memakai masker wajah dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh juga.

Leave a Reply