Penumpang Tak Perlu Keluarkan Ponsel Pintar, Hitachi Rilis Teknologi Sensor Pembaca Aplikasi Tiket Kereta

0
(raibusinessdaily.com)

Hitachi Rail kini mengembangkan teknologi baru untuk menghilangkan hambatan tiket yang mana nantinya penumpang tidak akan dikenakan biaya yang berlebihan. Teknologi baru tersebut kini menjalami pengujian ketat untuk Trenito Transporti di Trento, Italia. Bahkan Hitachi berharap teknologi ini juga bisa digunakan pada bus, trem dan kereta api di Inggris.

Baca juga: Dengan EFC, Sistem Pembayaran Moda Transportasi Massal Akan Terintegrasi di 2019

“Teknologi ini memiliki kemampuan untuk mengubah transportasi umum di setiap sudut negara, dari bus pedesaan ke stasiun kereta pusat kota. Masalah antrian perjalanan yang biasa terjadi di mesin tiket atau mencoba menemukan tarif termurah dapat diselesaikan tanpa perlu meraih kantong Anda. Kami sekarang mulai menguji teknologi ini dan melihat kemungkinan satu aplikasi bekerja di seluruh negara. Misalnya, seorang penumpang dapat menggunakan aplikasi untuk naik bus di kota setempat dan kereta api di tempat lain di negara itu semua dalam satu hari,” kata Karen Boswell, Managing Director Hitachi Rail yang dikutip KabarPenumpang.com dari railpro.co.uk (12/8/2019).

(railpro.co.uk)

Dia mengatakan, teknologi tersebut akan berpotensi membuat transportasi umum lebih mudah di akses oleh semua penumpang. Ini juga dipercaya menjadi kabar baik bagi operator yang mana bisa menarik orang lebih banyak untuk menggunakan transportasi umum dengan metode pembayaran baru.

Tekonologi ini adalah dimana tiket pintar dihadirkan dengan teknologi suar yakni satu metode berupa sensor yang akan mendeteksi aplikasi perjalanan yang diinstal penumpang melalu ponsel pintar mereka. Hal ini nantinya memungkinkan penumpang memasuki kereta atau bus tanpa menunjukkan tiket kertas, kartu uang elektronik dan kartu pintar.

Tak hanya itu, ponsel pintar penumpang pun tak perlu di keluarkan dari tas ataupun saku pakaian karena bisa langsung terdeteksi oleh sensor tersebut ketika akan naik atau turun dari transportasi umum. Selain itu, dengan sistem sensor ini, antrean dan hambatan bisa diminimalisir dan penumpang bisa lebih cepat naik ke bus, trem atau kereta.

Aplikasi tiket pintar yang terhubung ke kartu pembayaran sudah lama diterapkan oleh Hitachi seperti tahun 2001 meluncurkan kartu yang digunakan di seluruh Jepang yakni kartu Penguin. Nantinya hasil dari konsep kerja di Italia akan membantu menginformasikan cara terbaik untuk menerapkan teknologi di masa depan.

Saat ini hanya 25 persen pengguna yang memahami jenis tiket yang benar, sehingga solusi baru dari Hitachi ini bisa membuat lebih banyak orang percaya menggunakan transportasi umum. Adanya teknologi tersebut juga membantu meningkatkan aksesibilitas bangi penyandang disabilitas atau penumpang dengan anak kecil.

Menghapus tiket fisik di bus, bisa memberikan kebebasan yang lebih besar kepada penumpang dengan gerekan terbatas. Diketahui, kartu perjalanan pintar Hitachi di Jepang saat ini sudah digunakan lebih dari 50 juta kali sehari di seratus moda transportasi berbeda.

Baca juga: Tap Ponsel Pintar, Satu Detik Masuk Stasiun Tanpa Antri Tiket

Perusahaan telah berinvestasi secara signifikan di Inggris dengan mendirikan pabrik kereta api bernilai 100 juta poundsterling di Timur Laut Inggris. Pada tahun 2022, perusahaan akan memiliki 286 kereta berjalan di Inggris, masing-masing menawarkan teknologi pintar canggih untuk meningkatkan kinerja dan pengalaman penumpang.

Leave a Reply