Perbaiki Halte Bus, Pramuka Ini Diganjar Gold Award!

0
Ilustrasi halte bus yang membelakangi jalanan. Sumber: thedrum.com

Pada prinsipnya, menjaga setiap pra-sarana transportasi umum adalah kewajiban semua orang, tidak hanya bagi mereka yang menggunakan fasilitas tersebut. Dapat dibayangkan jika setiap orang tidak memiliki tanggung jawab untuk menjaga fasilitas publik, tentu kondisinya akan sangat ironis dimana fasilitas tersebut akan rusak dan negara mengalami kerugian karena harus memperbaikinya. Lalu, bagaimana jadinya jika ada individu yang justru memperbaiki halte bus karena dianggap sudah menyalahi peraturan?

Baca Juga: Parade Halte Unik Dengan Sokongan Promosi dan CSR

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman tapinto.net (27/10/2017), seorang siswi dari North Salem High School yang mengidap kelainan hiperaktif, Molly McGuiness, justru merombak sebuah halte bus yang membelakangi jalanan di Vails Grove, Amerika. “Tidak mungkin melhat bus datang tanpa harus keluar dari halte tersebut,” papar Molly dilansir dari laman sumber tertera.

Pikiran Molly mulai memaksanya untuk melakukan sebuah pembaruan manakala halte unik tersebut dihancurkan. “Saya pikir, kita bisa menggunakan barang-barang yang ada untuk membangun halte baru yang lebih baik lagi,” imbuhnya. Dari ide itu Molly sadar, bahwa ia akan segera mendapatkan Gold Award, penghargaan tertinggi yang dapat diraih oleh seorang Pramuka, tatkala halte tersebut selesai ia renovasi.

Molly McGuiness. Sumber: tapinto.net

Alih-alih mengikuti perhitungan ayahnya yang memperkirakan pembangunan halte tersebut akan menelan dana sekitar USD$1.200 hingga USD$1.500, Molly lebih memilih untuk menggunakan bahan daur ulang dan beberapa bahan yang disumbangkan oleh Home Depot di Brewster. Tidak hanya itu, proyek kecil Molly yang hanya mengucurkan dana sekitar USD$150 tersebut juga mempekerjakan orang-orang yang ada di sekeliling Molly, seperti sang ayah, tetangga, dan juga teman-teman Pramukanya.

Dari sekian banyak perubahan yang Molly aplikasikan pada halte tersebut, ia mengaku paling senang dengan fitur kaca yang ia tempel di punggung halte. Bukan kaca sembarang kaca, itu merupakan kaca yang dibeli oleh orang tuanya untuk dipasang dirumahnya, namun tidak pernah digunakan, sehingga Molly memutuskan untuk memasangnya di halte tesebut. “Daripada kaca itu terbengkalai di rumah, lebih baik dipasang di sini (halte) untuk menambah jarak pandang orang yang sedang menunggu bus di halte ini,” terangnya.

Baca Juga: Nunggu Bus di Halte ini Bisa Bikin Tambah Pintar, Lho!

Molly mengatakan meski tidak banyak siswa yang menggunakan halte bus ini, namun dia sangat senang ketika sadar apa yang telah ia lakukan ini dapat berguna bagi orang-orang di masa yang akan datang. “Mereka tentunya akan bahagia berada di sebuah halte yang dibangun oleh seorang Pramuka.” Tutupnya.

Leave a Reply