Wednesday, May 25, 2022
HomeBus AKAPPerbatasan Singapura dan Malaysia Dibuka April, Operator Bus Bersiap Hadapi Lonjakan

Perbatasan Singapura dan Malaysia Dibuka April, Operator Bus Bersiap Hadapi Lonjakan

Perjalanan ke Johor, Malaysia mulai kembali dibuka dan membuat warga Singapura bersiap untuk melancong ke Negeri Jiran tersebut. Bahkan pembukaan ini pun sudah ditunggu oleh seorang instruktur renang dan pemilik akademi olahraga. Jason Lin mengaku dirinya sudah penasaran untuk bersepeda di Malaysia.

Baca juga: Meski Ditangguhkan Hingga April 2019, RTS Johor-Singapura Tetap Berjalan

Ini karena pria 47 tahun itu mendengar banyak ulasan positif dari sesama pesepeda tentang bagaimana bisa dekatdengan alam, mencicipi makanan enak serta menjelajahi berbagai landskap sebelum penutupan perbatasan.

“Saya ingin menjelajahi tempat-tempat baru di Malaysia daripada hanya bersepeda di sekitar pulau beton kami,” kata Lin yang dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (26/3/2022).

Hal ini kemudian membuatnya berencana untuk perjalanan sepeda ke Johor dengan delapan pengendara lainnya di April mendatang. Lin merupakan salah satu dari banyak warga Singapura yang ingin ke utara untuk rekreasi dan olahraga setelah pembatasan perbatasana antara Singapura dan Malaysia yang akan dihapus bulan depan.

Bukan hanya Lin, tetapi banyak orang yang berharap untuk menikmati makanan Malaysia lagi sementara yang lainnya ingin memanfaatkan nilai tukar yang menguntungkan. Dua operator bus yang saat ini menjalankan layanan bus jalur Singapura dan Malaysia mengatakan, melakukan antisipasi permintaan yang tinggi untuk layanan lintas batas saat pembatasan mulai dibuka bulan April.

Juru bicara Causeway Link mengatakan perusahaan siap merekrut lebih banyak pengemudi. Perusahaan juga mempertimbangkan untuk menaikkan tarif, tetapi ini harus mendapat persetujuan dari pihak berwenang.

“Kami belum mendengar apa pun dari regulator, tetapi kami siap untuk mempekerjakan hingga 50 persen lebih banyak pengemudi dan menyesuaikan perjalanan yang sesuai,” kata Managing Director Transtar Travel Elson Yap.

Untuk diketahui, mulai 1 April, mereka yang divaksinasi lengkap akan dapat melakukan perjalanan bebas antara kedua negara melalui darat tanpa pengujian atau karantina. Tidak akan ada lagi tes pra keberangkatan atau saat kedatangan, perubahan kebijakan yang secara signifikan akan mengurangi biaya dan ketidaknyamanan bagi para pelancong.

Pengaturan tersebut akan berlaku untuk semua kategori pelancong dan semua moda transportasi melalui perbatasan darat, termasuk bus umum lintas batas seperti layanan 170 yang sedang dipulihkan secara bertahap. Seperti banyak orang Singapura lainnya, Lin biasa berkendara ke Malaysia untuk makan, pijat, berbelanja, dan menginap sebelum pandemi.

Namun dia mengungkapkan beberapa kekhawatiran tentang dampak pandemi terhadap kejahatan di Johor Baru. Dengan warga Singapura yang sekarang akan kembali, dia berharap pihak berwenang akan melihat situasi dengan serius.

Baca juga: Imbas Lockdown, Singapura Sediakan Kamar Hotel untuk Pengemudi dan Teknisi Bus Asal Malaysia

“Saya mendengar bahwa kejahatan di sana semakin merajalela sekarang, dan bahkan teman-teman saya di Johor Bahru menyarankan kami untuk tidak masuk jika tidak perlu,” kata Lin.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular