Percaya atau Tidak? Airbus A320 Lufthansa Dijual Rp429 Ribu!

0
Beberapa produk daur ulang pesawat A320-211 Lufthansa. Foto: Lufthansa

Pesawat biasanya dibanderol dengan harga selangit. Syarat pembeliannya pun juga tidak mudah, terlebih untuk sebuah pesawat baru. Namun, apa jadinya bila sebuah pesawat dijual dengan harga hanya sekitar US$29 atau Rp429 Ribu (kurs Rp14.864)?

Baca juga: Lufthansa Mutilasi Airbus A340-600 Menjadi Souvenir Unik nan Artistik

Simple Flying melaporkan, belum lama ini, sebuah pesawat A320 purna tugas milik Lufthansa dijual mulai kisaran $29-55. Hanya saja, harga semurah itu bukan untuk mendapatkan pesawat dalam kedaaan utuh, melainkan bagian-bagian kecil pesawat yang sudah dikonversi menjadi gantungan kunci.

Ide untuk melucuti pesawat yang sudah purna tugas, termasuk A320, datang dari sebuah perusahaan asal Jerman. Melalui situs aviationtag.com, perusahaan yang berbasis di Cologne, Jerman, itu selain hendak menyelamatkan lingkungan dengan menghindari penumpukan pesawat-pesawat bekas yang jumlahnya jutaan di dunia, mereka juga melihat minat tinggi para pecinta penerbangan untuk mengabadikan pesawat favoritnya sekalipun dalam bentuk yang lebih kecil.

“Kami selalu memiliki emosi yang campur aduk. Di satu sisi, sangat menyedihkan melihat era ini berakhir setelah hanya 10 tahun. Di sisi lain, kami senang bahwa kami berhasil melestarikan bagian dari pesawat ikonik ini untuk semua penggemar penerbangan,” Vice President Aviation Tag, Tobias Richter.

Gantungan kunci A320-211 Lufthansa. Foto: Aviationtag

Selain menjual gantungan kunci dari badan pesawat A320, perusahaan itu juga sudah lebih dahulu menjual berbagai gantungan kunci asli dari bagian badan pesawat beragam merek di dunia, mulai dari Airbus (A340, A320, A319, dan A380), Boeing (767, 757, 747, 737, dan 777), Antonov (AN-2), ATR, Cessna, Royal Air Force, Lockheed, Fokker, Douglas (DC-9 dan DC-3), hingga Piper.

Pesawat Airbus A320-211 dengan nomor registrasi D-AIPA (MSN 69) diketahui mulai beroperasi pada Oktober 1989 lalu. Setelah 30 tahun beroperasi, A320 Lufthansa kemudian keluar dari layanan dan dikirim ke Sofia, Bulgaria pada Mei 2019. Di Sofia, pesawat, yang dinamai Buxtehude, diambil dari nama kota Jerman itu, menemui ajalnya. Namun, berkat ide konversi menjadi berbagai barang bernilai jual tinggi, pesawat tersebut akan tetap hidup, setidaknya sampai souvenir atau gantungan kunci yang terbuat darinya tetap disimpan baik-baik oleh para pemiliknya.

Terlepas dari peran pihak ketiga dalam mengkonversi pesawat, sebetulnya, Lufthansa secara mandiri juga mempunyai semangat melakukan upcycling atau daur ulang pesawat menjadi barang bernilai tinggi.

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!

Bahkan, selain menjadikan gantungan kunci, bersama aviationtag, Lufthansa juga mendorong terciptanya berbagai produk lain dari A320 D-AIPA, seperti meja yang terbuat dari wingtip, freestanding bar yang terbuat dari pintu pesawat, hingga penyimpanan bir di dinding yang terbuat dari jendela pesawat, serta banyak lagi produk-produk lainnya.

Berbagai produk hasil konversi dari A320 D-AIPA itu dilepas bersamaan dengan pameran Upcycling Collection 2.0 Lufthansa. 2.0 menandakan bahwa gelaran tersebut merupakan tahun kedua, setelah sebelumnya pameran yang sama juga dilakukan tahun lalu. Namun, tahun ini, Lufthansa banyak membuat perbedaan, termasuk menjual seluruh bagian suku cadang pesawat.

Leave a Reply