Pernah Delapan Tahun Kerja di Grab, Tony Fernandes Siap Bawa AirAsia ke Pasar Ride Hailing

0
CEO AirAsia, Tony Fernandes. Sumber: istimewa

Pandemi Covid-19 telah berdampak buruk pada usaha penerbangan, seperti salah satunya dirasakan oleh AirAsia. Pada periode Oktober hingga Desember 2020, AirAsia Grup melaporkan kerugiannya telah mencapai Rp8,5 triliun. Guna meredam kerugian yang bakal terus berlanjut, CEO AirAsia Tony Fernandes berusaha keras melakukan inovasi yang terbilang out of the box.

Baca juga: AirAsia Food Siap Bersaing di Segmen Layanan Antar Makanan Online

Setelah meluncurkan layanan antar makanan online, AirAsia Food, dilansir KabarPenumpang.com dari laman dealstreetasia.com (30/3/2021),  Tony Fernandes mengatakan dirinya pernah di Grab delapan tahun dan belajar banyak. Tony menyebutkan, bahwa dirinya tidak perlu membuang uang untuk masalah aplikasi layanan penumpang jika akan membuatnya.

“Dengan eksperimen, membangun teknologi, melatih pengemudi dan memperkenalkan  pasar, maka tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk hal ini, karena saya pernah belajar dari delapan tahun di Grab. Model ride-hailing telah dibangun, semua orang di Malaysia tahu bagaimana cara menggunakannya,” kata Tony.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana AirAsia yang lebih besar untuk menjadi super app. Di mana belum lama ini, AirAsia meluncurkan layanan pengirimanan makanan di Malaysia dan Singapura serta melakukan uji coba untuk layanan pengiriman drone di Negeri Jiran tersebut.

Tak hanya itu, AirAsia juga berencana untuk mendaftarkan armada logistiknya, yakni Teleport untuk memperluas bisnis non penerbangannya. Untuk peluncuran aplikasi ride-hailing, juru bicara AirAsia mengatakan setiap pengumuman tentang layanan baru akan dibuat pada waktunya.

Bahkan menurut Tony, kehadiran aplikasi ride-hailing ini bisa memberikan keuntungan karena bila digabungkan dengan penumpang pesawat yang tiba di bandara, maka bisa memesan taksi untuk pergi ke tujuan mereka.

“Bagaimana Anda akan bersaing dengan Grab? Setiap penumpang yang tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur atau KLIA melihat saya terlebih dahulu sebelum orang lain. Sehingga ketika memesan penerbangan, Anda juga bisa memesan taksi,” ujarnya.

Dia mengatakan, maskapai ingin membuka apliasi setiap hari dengan menggabungkan semua bisnisnya. Tony menambahkan, daya dorong utama transformasi digital ini adalah logistik dan inilah yang dicari.

Baca juga: Rilis Logo Baru, AirAsia Resmi Jadi Super App dan Tawarkan Diskon Tiket 50 Persen

Tidak ada aplikasi super yang dapat melakukan apa yang mereka buat, karena saat ini AirAsia memiliki 245 pesawat. AirAsia juga tengah mengintegrasikan dompet elektronik BigPay ke dalam aplikasi AirAsia.