Pernah Dengar “Evacuation Slide” di Pesawat? Jika Belum Simak Penjelasan Berikut

0
Wujud evacuation slide pada pesawat A330-300 China Eastern Airlines. Foto: airspacemag.com

Bagi mereka yang sering bepergian menggunakan pesawat terbang, sudah barang tentu mereka akrab dengan boarding pass, handling luggage, overhead baggage, safety induction, garbarata, hingga emergency exit door.

Baca juga: Pernah Baca “Remove Before Flight” Sebagai Standar Keamanan Penerbangan? Jika Belum, Simak di Sini

Sebaliknya, sekalipun mereka sering bepergian naik pesawat, belum tentu Anda pernah mendengar salah satu fitur ‘terlarang’ di pesawat; evacuation slide. Dibilang terlarang, biasanya evacuation slide bekerja hanya untuk keadaan darurat atau emergency. Maka dari itu, sudah pasti, tak banyak penumpang yang sempat merasakannya.

Dikutip KabarPenumpang.com dari airspacemag.com, cara kerja fitur ini bisa dibilang mudah, begitu juga saat mengaktifkan dan menggunakannya. Hal itu –mudah mengoperasikan- sepertinya sudah menjadi sebuah kewajiban mengingat fitur tersebut dipersiapkan memang untuk keadaan darurat.

Regulator penerbangan sipil Amerika Serikat (FAA) sendiri, sudah sejak 1960-an mengatur agar evacuation slide siap digunakan setelah 25 detik dalam keadaan normal. Seiring perkembangan teknologi, saat ini, rekomendasi dari berbagai regulator penerbangan sipil dunia, evacuation slide sudah harus siap digunakan dalam hitungan enam detik.

Mula-mula, saat terjadi keadaan darurat, awak kabin akan memutar tuas slide posisi armed. Letaknya ada di pintu pesawat. Setelah itu pintu dibuka dan evacuation slide siap digunakan. Biasanya –sebagaimana rekomendasi FAA- evacuation slide akan siap digunakan setelah enam detik. Penumpang cukup menjatuhkan diri ke evacuation slide dengan posisi berbaring menghadap ke langit untuk membantunya meluncur ke permukaan.

Evacuation slide dapat mengembang berkat boosting dari tabung karbon dioksida dan nitrogen terkompresi. Kedua tabung tersebut hanya menyediakan sekitar sepertiga volume yang dibutuhkan untuk mengembang evacuation slide adapun sisanya disuplai oleh udara di sekitar yang disalurkan ke slide melalui aspirator.

Prosedur evakuasinya pun juga tak kalah cepat dengan prosuder mengaktifkan fitur tersebut. Peraturan penerbangan mewajibkan, setidaknya pesawat dengan kategori kapasitas di atas 44 kursi harus mampu mengeluarkan seluruh penumpang dan awak pesawat dalam tempo 90 detik. Tak terkecuali pesawat superjumbo seperti A380 sekalipun, yang notabene pada konfigurasi full kelas ekonomi bisa mengangkut hingga 800 penumpang. Semuanya harus bisa dievakuasi dalam tempo 90 detik.

Hanya saja, karena jumlah penumpangnya lebih banyak dibanding pesawat lainnya, tentu cara kerja evacuation slide mengembang dan siap digunakan berbeda. Salah satu produsen evacuation slide dari Amerika Serikat (AS), Goodrich, punya teknologi khusus untuk itu.

Di pabrik Phoenix, Arizona, Goodrich memproduksi evacuation slide khusus untuk A380. Di setiap pesawat, setidaknya ada 16 evacuation slide yang siap melayani 800 orang lebih, terdiri dari penumpang dan awak pesawat. Masing-masing evacuation slide didesain untuk mampu melayani 70 penumpang dengan berbagai varian berat badan dalam satu menit.

Bila A380 menyediakan 12 slide, berarti dalam satu menit, slide mampu melayani 1120 penumpang. Dalam tempo 90 detik, 16 evacuation slide harusnya sudah lebih dari cukup untuk mengeluarkan mereka. Jadi, kemampuan evacuation slide jauh di atas jumlah penumpang itu sendiri.

Baca juga: Pernah Dengar Cockpit Emergency Hatch? Ini Penjelasannya

Guna membuat evacuation slide A380 bisa difungsikan setelah enam detik, Goodrich mengembangkan inflator menggunakan generator gas seukuran kaleng soda. Meskipun ukurannya kecil, volume gas yang dihasilkan ke evacuation slide justru lebih banyak dibanding generator biasa. Sudah begitu, generator khusus tersebut juga ringan.

Dari segi bahan, evacuation slide bisa pada umumnya didesain untuk tahan api, sekalipun hanya bertahan selama 90 detik. Itu sebabnyak proses evakuasi harus selesai dalam tempo 90 detik, mengingat ketahanan evacuation slide terhadap api hanya bisa bertahan selama itu. Sebetulnya, bahan evacuation slide itu sendiri terbuat dari nilon berlapis urethane. Namun, cat khusus yang disemprotkan membuatnya tahan api. Selain itu evacuation slide juga dirancang tahan sobek.

Leave a Reply