Tuesday, March 5, 2024
HomeDaratPerusahaan Kereta Api Italia Hentikan Sementara Penjualan Tiket Karena Jadi Sasaran Peretas,...

Perusahaan Kereta Api Italia Hentikan Sementara Penjualan Tiket Karena Jadi Sasaran Peretas, Diduga Berasal dari Rusia

Semakin maju teknologi dunia, hacker atau peretas pun bertambah banyak. Sehingga semua hal yang menggunakan teknologi bisa dengan mudah di retas. Peretasan bukan hanya terjadi di pemerintahan dunia, tetapi jaringan kereta api, penerbangan atau berbagai hal lainnya.

Baca juga: Kacaukan Jadwal Perjalanan Kereta di Iran, Peretas Tampilkan Pesan Perjalanan Kereta “Tertunda”

Seperti belum lama ini terjadi pada perusahaan kereta api Italia Ferrovie dello Stato Italiane (FS). Mereka mengatakan pada Rabu (23/3/2022), bahwa telah menghentikan sementara beberapa layanan penjualan tiket. Hal tersebut dilakukan karena, FS menjadi sasaran serangan dunia maya.

“Sejak pagi ini, elemen yang dapat dikaitkan dengan infeksi cryptolocker telah terdeteksi di jaringan komputer Trenitalia dan RFI,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman sumber reuters.com (23/3/2022).

“Jaringan sedang diperiksa,” kata mereka lagi.

Dari sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya tersebut, diketahui bahwa serangan tersebut menunjukkan itu adalah pekerjaan peretas Rusia. Bahkan ketika Kementerian Dalam negeri menolak untuk mengomentari masalah tersebut.

Untuk diketahui, FS yang berada di bawah pimpinan pemerintah pusat mengatakan telah menangguhkan penjualan tiket di kantornya dan mesin swalayan di stasiun kereta api. Ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan.

Meski begitu, pelanggan kereta masih bisa melakukan pembelian tiket kereta melalui penjualan online. FS mengatakan, untungnya masalah yang menggaggu itu tidak berdampak pada lalu lintas kereta api dan berjalan lancar seperti biasanya.

Baca juga: Perang Siber Iran Vs Israel! Kereta Bawah Tanah Israel Jadi Korban, Iran: Ini Baru Permulaan

Jaringan kereta api yang dikelola oleh RFI panjangnya lebih dari 16.700 kilometer (10.400 mil), di mana lebih dari 700 km didedikasikan untuk layanan berkecepatan tinggi.























RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru