Tuesday, April 16, 2024
HomeAnalisa AngkutanPesawatnya Nyaris Celaka Gegara Bird Strike, Begini Respon Lion Air

Pesawatnya Nyaris Celaka Gegara Bird Strike, Begini Respon Lion Air

Pesawat Boeing 737-900ER Lion Air dilaporkan mengalami bird strike. Beruntung, pesawat dengan nomor penerbangan JT-800 tujuan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan, itu masih sanggup terbang balik ke bandara awal dan mendarat dengan selamat.

Baca juga: Efek Bird Strike: Pesawat Setara Tabrak Objek Seberat 32 Ton! Kok Bisa?

Dalam keterangan persnya yang diterima KabarPenumpang.com, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan sebelum lepas landas, pesawat sudah menjalani serangkaian pemeriksaan atau pre flight check dan dinyatakan laik terbang.

Pesawat yang terigistrasi sebagai PK-LHR itu kemudian lepas landas pada pukul 16.20 waktu setempat dengan membawa tujuh kru dan 222 penumpang.

Mulai dari lepas landas sampai sekitar 15 menit penerbangan berjalan, ada indikator di kokpit yang menunjukan indikasi tidak sesuai dengan yang semestinya, sehingga perlu dilakukan pengecekan kembali. Pilot memutuskan return to base/ RTB atau kembali ke Bandara Internasional Juanda dan mendarat mulus.

Setelah pesawat berhenti sempurna dan penumpang diarahkan ke ruang tunggu, petugas pun melakukan pengecekan secara menyeluruh. Hasilnya, bagian depan pesawat sebelah kanan mengalami bird strike. Sampai dini hari tadi, pesawat masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penumpang kemudian diterbangkan dengan pesawat pengganti Boeing 737-900ER registrasi PK-LGQ dengan nomor penerbangan yang sama. Pesawat berangkat pukul 20.13 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 22.19 WITA.

Tabrakan burung atau bird strike pada umumnya kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas. Singkatnya, bird strike mayoritas terjadi di sekitar bandara. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter.

Di Amerika Serikat, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Baca juga: Mengapa Area Sekitar Runway Ditanami Rumput? Inilah Jawabannya

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar $400 juta atau Rp5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.

Oleh karenanya, manajemen pengelolaan bandara dalam kaitannya dengan upaya pencegahan bird strike harus dilakukan secara maksimal. Bila perlu, harus melibatkan teknologi terkini seperti robot. Ini sudah dilakukan di banyak bandara di Eropa dan AS.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru