Petinggi Perancis dan Maroko Lakukan Inagurasi Kereta Cepat Pertama di Afrika

0

Setelah program kereta cepat di Maroko diluncurkan pada 2011, maka pada hari Kamis, 15 November 2018, kereta cepat pertama di Benua Afrika resmi dilakukan inagurasi oleh Raja Maroko Mohammed VI dan Presiden Perancis Emmanuel Macron. kereta cepat TGV (train à grande vitesse) yang dioperasikan oleh SNCF, Perusahaan rel Nasional Perancis hadir di Negeri Muslim ini. Nantinya kereta tersebut akan menghubungkan kota pesisir Tangiers dengan kota ekonomi dan wisata Maroko di Casablanca.

Baca juga: Penuh Polemik, Maroko Siap Operasikan Kereta Cepat Penuh di Penghujung 2018

KabarPenumpang.com melansir dari laman travelandleisure.com (15/11/2018), kereta TGV ini sendiri akan mampu mengurangi waktu perjalanan saat ini menjadi setengahnya karena berjalan dengan kecepatan hingga 321 km per jam. Sehingga mengurangi waktu dengan moda lain yang 4 jam 45 menit menjadi 2 jam 10 menit dari Tangiers ke Casablanca melalui Rabat sepanjang 346 km.

Kereta berkecepatan tinggi ini diharapkan berangkat setiap jam dan bisa mengangkut enam juta penumpang dalam tiga tahun pertama. Saat ini TGV di Maroko sudah ada 14 set kereta yang masing-masingnya mampu mengangkut 533 penumpang.

Memang menjadikannya lebih mempersingkat waktu, namun ada harga juga yang dibayar untuk mendapatkannya yakni sekitar 30 persen lebih mahal dibandingkan dengan rute kereta saat ini. Adapun biayanya adalah US$14 hingga US$27 atau setara dengan Rp204 ribu hingga Rp394 ribu untuk sekali perjalanan.

Baca juga: Ingin Majukan Suatu Negara, Ubah Sistem Perkeretaapiannya!

“Jika Anda adalah seorang pengusaha yang memutuskan untuk memasang operasi di Afrika dan Anda terpecah antara Maroko dan negara lain, infrastruktur kelas dunia modern semacam ini dapat membantu memperbaiki keseimbangan,” ujar seorang analis Eurasia Group, Riccardo Fabiani.

Dari hasil penelitian proyek ini, dari jalur kereta merasa bahwa pendanaan dan perhatian dihadirkan ke daerah-daerah dengan visibilitas tertinggi sedangkan kota-kota yang kekuranagn atau miskin di Maroko seperti terabaikan. Diketahui proyek kereta berkecepatan tinggi ini dimulai pada 2011 lalu dengan nilai US$2 miliar oleh Raja Maroko Moroccan King Mohammed VI dengan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Inisiatif ini juga termasuk beberapa negara Arab lainnya, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kuwait.

Leave a Reply