Dunia penerbangan sempat dikejutkan oleh insiden dramatis pada awal 2024, ketika sebuah panel pintu keluar darurat (door plug) pada pesawat Boeing 737 MAX 9 milik Alaska Airlines meledak dan terlepas di tengah penerbangan.
Di balik pendaratan darurat yang sukses dan menyelamatkan 177 nyawa tersebut, ada sosok Kapten Brandon Fisher. Kini, setelah sekian lama bungkam, Fisher memutuskan untuk membuka suara mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana respons industri setelahnya.
Dalam pernyataan terbarunya, Kapten Fisher secara terbuka mengkritik cara Boeing menangani dampak dari kegagalan teknis tersebut. Menurutnya, Boeing secara tidak adil mencoba mengalihkan tanggung jawab dan menyalahkan pihak-pihak lain—termasuk prosedur pemeliharaan dan pengawasan maskapai—padahal masalah intinya terletak pada kontrol kualitas di lini produksi manufaktur itu sendiri. Fisher menegaskan bahwa sebagai pilot, ia dan kru kabin telah melakukan tugas sesuai prosedur darurat, namun kegagalan struktural seperti itu seharusnya tidak pernah terjadi pada pesawat yang relatif baru.
Insiden ini bukan sekadar masalah teknis biasa bagi Fisher. Ia menggambarkan momen ketika panel tersebut terbang tertiup angin sebagai situasi yang mengerikan, di mana dekompresi eksplosif terjadi secara instan. Keberhasilannya membawa pesawat kembali ke Bandara Internasional Portland dengan selamat dipuji sebagai aksi heroik, namun bagi Fisher, pujian tersebut terasa pahit jika perusahaan pembuat pesawat tidak mau mengakui kegagalan sistemik dalam budaya keselamatan mereka.
Kekecewaan Fisher berakar pada temuan investigasi National Transportation Safety Board (NTSB) yang mengungkapkan bahwa empat baut pengunci penting pada panel tersebut ternyata hilang saat pesawat meninggalkan pabrik Boeing. Baginya, upaya Boeing untuk memposisikan diri seolah-olah masalah ini adalah “anomali operasional” adalah tindakan yang tidak jujur terhadap publik dan para profesional penerbangan yang setiap hari mempertaruhkan nyawa di kokpit.
Kritik pedas dari pilot senior ini menambah tekanan besar bagi Boeing, yang sepanjang tahun 2024 hingga awal 2026 ini terus berjuang memulihkan reputasi dan kepercayaan global.
Fisher berharap suaranya dapat memicu perubahan nyata dalam transparansi manufaktur pesawat, sehingga keamanan penumpang tidak lagi dikompromikan demi mengejar target produksi semata. Baginya, integritas dalam mengakui kesalahan adalah langkah pertama untuk memastikan bahwa lubang di langit-langit kabin tidak akan pernah terulang kembali.
Buntut Lepasnya Pintu Emergency Exit Alaska Airlines, Lion Air Temporary Grounded Boeing 737 MAX 9
