Pindai Kartu EZ-Link, Anda Bisa Dapatkan Peta Virtual MRT Singapura

(businessinsider.sg)

Jalan-jalan ke Singapura dan menggunakan MRT untuk berkeliling, jangan takut nyasar. Pasalnya kini peta stasiun MRT Singapura bisa didapatkan saat memindai kartu perjalanan MRT dengan teknologi Augmanted Reality (AR) atau realitas tertambah yang baru-baru ini diciptakan oleh pengembang video game Singapura Thimoti Lim.

Baca juga: Bukan SMRT, Ternyata Taipei Metro Lebih Andal dalam Sistem MRT di Dunia

Dilansir KabarPenumpang.com dari businessinsider.sg (24/7/2019), Lim mengunggah di halaman Facebook-nya sebuah video yang menampilkan penemuan efek kamera AR yang dibuat dengan platform pengembangan AR Facebook SparkAR pada Jumat (19/7/2019) kemarin. Platform ini bekerja dengan memindai bagian belakang kartu EZ-Link untuk penumpang dewasa melalui ponsel pintar.

“Ketika Anda membutuhkan peta MRT Singapura tetapi tidak ada satu pun di dekatnya, efek AR ini dapat membantu!” Tulis Lim dalam caption video yang diunggahnya.

Menurutnya, fungsi kerja alat pemindai ini adalah dengan terlebih dahulu mengakses efek AR melalui tautan Facebook yang ia berikan dalam keterangan. Kemudian layar akan berubah ke sudut pandang kamera ponsel dengan gambar menembus dari belakang kartu EZ-Link dan peta terletak di bagian tengah.

Dengan memindai kartu tersebut, penumpang MRT akan mendapat peta di layar ponsel dan memvariasikan jarak antara kartu dan kamera sehingga memungkinkan gambar diperbesar atau pekecil. Lim mengatakan, untuk pengguna juga bisa menyimpan gambar peta tersebut sehingga bisa melihatnya tanpa harus memindai lagi peta melalui kartu EZ-Link.

Lim mengatakan motivasi di balik pembuatan peta AR adalah untuk membantunya menemukan jalannya dengan lebih mudah selama perjalanan kereta api, terutama ketika ia perlu memiliki “pandangan sekilas ke seluruh peta”. Dia menambahkan bahwa merasa lebih “meyakinkan” untuk melakukan perjalanan ke daerah baru ketika dia memiliki akses ke seluruh peta daripada peta garis individu yang ditemukan di dalam kereta MRT.

Yang paling mengesankan adalah kemampuan efek AR untuk menunjukkan banyak detail termasuk nama stasiun dan kode yang tampak kecil di layar tanpa mengurangi kejelasan. Namun, karena ukuran font yang kecil, fungsi ini mungkin tidak mudah digunakan untuk kelompok orang tertentu seperti orang tua atau mereka yang memiliki penglihatan yang buruk, bahkan jika orang tersebut menggunakan telepon dengan layar yang lebih besar.

Terlepas dari itu, itu adalah pengalaman yang menarik melihat peta dengan cara yang tidak konvensional. Sementara efek AR tidak terlalu mudah diakses (itu harus dibuka melalui tautan di pos Lim).

“Saya merasa berguna untuk menyimpannya di fungsi “Catatan” pada ponsel cerdas saya untuk akses yang lebih baik ke sana saat dibutuhkan. Setelah menguji efek AR menggunakan kartu dewasa EZ-Link, saya mencoba lagi menggunakan konsesi saya dan kartu NETS FlashPay yang memiliki desain belakang yang berbeda untuk melihat apakah fungsi peta juga berfungsi,” tambah Lim.

Tidak seperti kartu EZ-Link dewasa, kartu konsesi dan NETP FlashPay tidak dapat membuat peta muncul di layar saya meskipun telah dilakukan beberapa upaya. Agar adil, Lim menulis dalam posnya bahwa kartu biru dewasa EZ-Link adalah satu-satunya yang saat ini kompatibel dengan fungsi seperti yang menurutnya, itu adalah kartu yang paling umum digunakan oleh komuter.

Baca juga: Stasiun MRT Singapura Siap Uji Coba Gerbang Tiket “Handsfree”

“Pembaruan yang akan datang untuk efek AR akan mencakup kompatibilitas dengan Tiket Standar, Tourist Passes dan kartu NETS FlashPay,” katanya.