PO Intra, Kondektur Bukan Hanya Pengutip Ongkos Tapi Juga Navigator untuk Menyalip

Jalan-jalan ke Sumatera Utara dari Medan menuju ke Siantar tak hanya bisa menggunakan kereta ataupun taksi-taksi charteran tetapi juga bisa naik bus. Salah satunya adalah bus milik Perusahaan Otobus (PO) Intra.

Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, bus Intra didirikan 1 Juli 1995 atau sudah 24 tahun berada di Pematang Siantar. Bus ini awalnya hanya menggunakan bus 3/4 dan kemudian menggunakan tambahan bus besar. Hingga kini PO Intra sendiri memiliki armada sebanyak 80 bus baik yang besar maupun 3/4.

Saat ini rute bus Intra bukanlah hanya Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yakni trayek Medan-Siantar dengan jarak kurang dari 126 km. Perjalanan bus baik dari Medan-Siantar atau sebaliknya memakan waktu sekitar dua jam, tetapi bisa menjadi lebih 2,5 jam atau tiga jam lebih.

Meski dulu hanya di dalam kota, kini PO Intra sudah merambah provinsi lain di Sumatera atau menjadi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Kota selain Medan yang disambangi bus Intra adalah Provinsi Riau untuk memperluas perjalannya.

Tak hanya memperluas cakupan perjalanan, PO Intra sekaligus menghadirkan anak perusahaan barunya yakni Sentosa Transport. Dimana setelah kehadiran anak perusahaan ini, perjalanan PO asal Pematang Siantar tersebut hingga ke Provinsi Jambi.

Bus Intra sendiri tak semuanya ber-AC melainkan ada pula kelas ekonomi. Untuk keberangkatan Medan-Siantar (PP) untuk kelas ekonomi tarif yang dikenakan pada penumpang atau pelancong Rp18 ribu sedangkan kelas AC Rp25 ribu.

Keberangkatan bus Intra dari Medan yakni di Terminal Amplas sekitar pukul 09.00 WIB. Sedangkan untuk trayek ke luar dari Medan seperti Jambi, Pekanbaru, Pangkalan Kerinci dan Dumai pukul 10.00 pagi dan 16.00 sore.

Mungkin untuk pelancong yang baru naik bus Intra akan heran dengan adanya bangku tempel. Ini adalah bangku yang diberikan kondektur untuk penumpang yang naik tidak membeli tiket di loket alias dari pinggir jalan dan membayar di dalam bus.

Hal unik lainnya kondektur bus bukan hanya sebagai pengutip ongkos penumpang tetapi sebagai navigator. Dimana kondektur akan membantu supir memutuskan apakah bus aman untuk menyalip atau tidak. Ini bisa dikatakan sebagai tradisi dari dulu dan hampir semua PO asal Sumatera Utara melakukannya.

Baca juga: PO ANS – Pernah Layani Trayek AKAP Terjauh, Banda Aceh – Denpasar

Cara mereka untuk menyalip, kondektur akan mengeluarkan sebagian badan sambil melambaikan tangan untuk meminta jalur pada kendaraan lain yang akan dilewatinya. Satu hal lainnya, biasa bus Intra berjalan sekali dua, hal ini untuk memudahkan ketika bus yang satu mengalami kerusakan dan penumpang akan pindah ke bus di belakangnya.