Pria Depresi Tewas di Bandara Turki Setelah Batal Pulang ke Inggris

Andrew Westlake tewas di bandara Dalaman Turki (The Sun)

Seorang pria tewas setelah jatuh dari ketinggian 50 kaki atau sekitar 15 meter di bandara Turki. Saksi yang melihat kejadian ini mengatakan bahwa korban melakukan dengan sengaja dan terlihat depresi sebelum melompat.

Baca juga: Pramugari Emirates Lompat dari Pesawat, Akhirnya Tewas Sehari Setelah Jalani Perawatan

KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (30/5/2018), Andrew Westlake, pria yang tewas setelah loncat dari balkon terminal bandara Dalaman Turki. Diketahui, Westlake menunggu selama tiga hari untuk penerbangan pulang kembali ke Inggris setelah ketinggalan pesawat.

Pria berusia 30 tahun tersebut diketahui pergi ke Turki bersama dengan kekasih dan putri kecilnya yang berusia satu tahun. Sebelum loncat dari balkon terminal, Westlake saat itu diduga dikeluarkan dari pesawat Jet2 karena alasan keamanan setelah berdebat dengan awak kabin sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat.

Karena di anggap berbahaya, kapten pesawat memerintahkan kru untuk mengawalnya dari penerbangan. Kemudian dia melompat dari balkon terminal yang mengakibatkan tulang rusuknya patah.

Kemudian pada Selasa (29/5/2018) tak lama setelah Westlake melompat dari balkon, pihak medis langsung membawanya kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sayang, nyawanya tidak selamat setelah dua hari dirawat dirumah sakit. Seorang penumpang bernama Bobby Youngson mengatakan, dirinya sedang menuju keterminal kedatangan hendak mengambil tas dan mendengar seorang wanita berteriak ada yang melompat.

“Saya berlari ke arah balkon dan melihat dia sudah jatuh di antai bawah,” ujarnya.

Kemudian saksi lainnya mengatakan, saat Westlake terjatuh, petugas Thomas Cook Airlines menolongnya dan saksi tersebut mengatakan, “ketika kami berbicara dengan perwakilan maskapai yang pergi ke sana, dia mengatakan bahwa hanya ingin itu berakhir.”

Atas insiden ini, juru bicara kantor Luar Negeri Turki mengatakan, pihaknya mendukung keluarga Westlake untuk membawanya kembali ke Inggris dan berhubungan dengan otoritas lokal.

Baca juga: Jendela Bagian Dalam Pesawat Lepas, Tiga Penumpang Cidera dan Lainnya Panik

“Karena penyelidikan sedang berlangsung, tidak pantas bagi kami untuk berkomentar lebih jauh, namun kami ingin menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga dan teman-teman pelanggan pada saat yang sangat menyedihkan ini,” ujar juru bicara Jet2.

Insiden tewasnya Westlake ini, membuat keluarga dan tempat kerjanya ikut berduka. Pauline Butler, bibi dari Westlake mengatakan, ibunya yakni June sangat sedih dan hampir tak bisa bicara sama sekali. Sebab, bapak satu anak tersebut sangat mencintai keluarganya.