Profil Jeff Bezos, ‘Keturunan’ Imigran Kuba yang Sukses di AS Bersama Amazon.com

0
Jeff Bezos berpose di depan wahana antariksa Blue Origin. Foto: The Verge

Jeff Bezos belum lama ini menjadi sorotan usai berhasil berkelana ke luar angkasa melalui perusahaan Blue Origin yang didirikannya sejak 2000 lalu. Terlepas dari itu, pria yang menyandang nama “Bezos” dari ayah angkatnya yang seorang imigran asal Kuba ini memang selalu menjadi sorotan publik. Hal itu tak lepas dari statusnya sebagai orang terkaya di dunia.

Baca juga: Wow, Naik Balon Udara Sekarang Bisa Sampai Luar Angkasa, Tarifnya Cuma Rp1,7 Miliar

Perjalanan Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia memang tidak instan. Sebagaimana kisah sukses tokoh dunia lain, Jeff Bezos juga memulai karirnya dari bawah, bukan mewarisi kekayaan keluarga.

Dilansir biography.com, Jeff Bezos berasal dari keluarga sederhana. Ibunya Jacklyn Gise Jorgensen dan Ted Jorgensen merupakan pekerja kantoran biasa. Sejak kecil, Jeff Bezos muda bahkan mendapat kehidupan pahit karena seringnya menyaksikan pertengkaran antara kedua orang tuanya.

Pria kelahiran 12 Januari 1964 ini baru bisa lepas dari bayang-bayang pertengkaran kedua orang tuanya saat umur 4 tahun. Ketika itu, ibunya memutuskan cerai dengan ayah kandung Jeff Bezos yang disebut egois dan tukang mabuk. Jackie, panggilan ibunda Jeff Bezos, kemudian menikah lagi dengan imigran asal Kuba, Mike Bezos.

Setelahnya, Jeff berganti nama, dari sebelumnya menyandang nama keluarga Jorgensen menjadi menyandang nama “Bezos” dari ayah tirinya. Mike Bezos juga bukan orang sembarangan. Ia merupakan pekerja sukses sebagai insinyur perminyakan di ExxonMobil.

Kesuksesan Jeff Bezos juga tak lepas dari ayah tirinya itu. Ketika merintis bisnis Amazon.com, Jeff Bezos mendapat suntikan dana besar US$300 ribu dari ayah tiri dan ibunya.

Terlepas dari itu, Jeff Bezos muda sebetulnya memang sudah potensial dengan kekayaan. Sejak SMA, Jeff Bezos bahkan sudah merintis bisnis Dream Istitute, sejenis bisnis event organizer, yang mengadakan event tahunan untuk anak kelas 4, 5, dan 6 SD.

Tetapi sayang, ide bisnisnya tak muncul selama kuliah. Nyaris tak ada gebrakan bisnis selama ia mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Princeton sampai berhasil lulus di bidang ilmu komputer dan teknik elektro. dengan predikat summa cumlaude pada tahun 1986.

Setelah lulus, Jeff Bezos sempat bekerja di beberapa perusahaan besar di AS, seperti Wall Street, termasuk Fitel, Bankers Trust, dan perusahaan investasi DE Shaw. Pada tahun 1990, Bezos menjadi vice presiden termuda DE Shaw.

Di puncak karirnya, Jeff Bezos justru banting setir bisnis e-commerce untuk membuka toko buku online. Di awal, perusahaan toko buku online yang didirikan Jeff Bezos dinamakan Cadabra. Tetapi pada 16 Juli 1995, itu diubah menjadi sungai ternama di AS, Amazon.

Awal merintis Amazon.com, Jeff Bezos memanfaatkan garasi rumahnya sebagai laboratorium bisnisnya sekaligus kantor. Beberapa pekerja direkrutnya untuk membantu mengembangkan platform Amazon.com.

Ketika itu, tak ada yang menyangka bahwa bisnis Amazon.com berhasil melesat dengan sangat cepat. Tahun 1997, Amazon.com go public dan memperluas bisnisnya. Pendapatan bisnis melonjak puluhan kali lipat dari hanya US$510.000 pada tahun 1995 menjadi lebih dari US$17 miliar pada tahun 2011.

Setelah sukses bersama Amazon.com, Jeff Bezos mulai mendirikan dan mengakuisisi beberapa perusahaan seperti Amazon Instant Video & Amazon Studios, Amazon Drones, Blue Origin, The Washington Post, Whole Foods, Fire Phone, Kindle E-Reader, Alexa, sampai perusahaan kesehatan.

Selain itu, sebagaimana Bill Gates, Jeff Bezos juga mendirikan beberapa LSM, seperti Bezos Day One Fund dan Earth Fund.

Baca juga: Richard Branson – Sosok Pengidap Disleksia di Balik Nama Besar Virgin Ltd

Kendati sudah sukses, namun kehidupan rumah tangganya berantakan. Setelah menikah pada 1993 dan dikarunia dikaruniai empat orang anak, tiga laki-laki dan satu perempuan (anak angkat dari Cina), Jeff Bezos memutuskan cerai dengan istrinya, Mackenzie Tuttle Bezos, yang sangat berjasa menemani kesuksesannya di awal-awal Amazon.com berdiri. Ia kemudian mundur sebagai CEO Amazon pada Februari 2021.