Pengenalan kereta api tak melulu hanya sekadar pengetahuan yang tercetus dari perjalanannya saja, namun harus didasari oleh seluruh aspek yang bisa memperdalam ilmu dilingkungan perkeretaapian juga. Seperti halnya cara pengoperasian dalam hal pekerjaan di sistem perkeretaapian, aspek keamanan dan keselamatan serta hal yang bersifat peraturan khusus yang harus dijalani sesuai dengan prosedur.
Nah, program pengetahuan itulah yang harus dipelajari sejak minimal usia pelajar bahwa berbagai aspek mengenai transportasi berbasis rel ini harus dikenal dengan cara edukasi terhadap pelajar tentang betapa pentingnya kinerja yang dilakukan dilingkungan kereta api. Ya, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Jawa Barat, mencatat sebanyak 6.723 pelajar dari 60 sekolah telah mengikuti program dengan nama Edutrain yang dilaksanakan hingga awal Juni 2026 sebagai upaya menumbuhkan budaya penggunaan transportasi kereta yang baik sejak dini.
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin di Cirebon, Kamis, mengatakan program Edutrain menjadi salah satu sarana pembelajaran yang terus diminati sekolah karena memberikan pengalaman langsung kepada pelajar mengenai dunia perkeretaapian. Kegiatan yang dirancang untuk menghadirkan pembelajaran dan pengalaman langsung di lapangan, mulai dari perjalanan hingga pengenalan sistem kerja perkeretaapian.
Program Edutrain, kata dia, dilaksanakan dengan perjalanan dari Stasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan menuju sejumlah daerah tujuan seperti Tegal, Pekalongan, hingga Purwokerto menggunakan beberapa layanan kereta api. Adapun kereta yang digunakan antara lain KA Kaligung, KA Tegal Bahari, KA Gunungjati, dan KA Ranggajati sesuai rute yang telah disiapkan dalam kegiatan edukasi tersebut.
Dalam setiap kegiatan tersebut, pelajar juga dibekali edukasi keselamatan di lingkungan perkeretaapian, termasuk pentingnya tidak bermain di area rel dan menjaga fasilitas umum yang ada di stasiun maupun jalur kereta api. Karena aspek keselamatan merupakan bentuk kesadaran sejak dini di kalangan pelajar.
Pihaknya berharap para peserta dapat ikut menyebarkan pemahaman terkait keselamatan perjalanan kereta api di lingkungan masing-masing setelah mengikuti kegiatan ini. Selain itu, para peserta juga bisa membagikan pengalamannya ke keluarga dan lingkungan sekitar agar kesadaran tentang keselamatan semakin luas.
Sepanjang 2025, KAI Daop 3 Cirebon mencatat 10.299 peserta dari 127 sekolah telah mengikuti program edukasi berbasis perjalanan kereta api tersebut. Tentunya melalui program ini, menjadi bagian dari kontribusi pihak PT KAI dalam mendukung pendidikan berkualitas sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik yang aman dan ramah lingkungan.
Sebelumnya, kegiatan Edutrain telah diperkenalkan sejak beberapa tahun kebelakang yang merupakan program edukasi perkeretaapian dan transportasi massal untuk anak-anak. Kegiatan ini menyasar kepada anaka-anak/pelajar mulai dari TK, SD, maupun SMP. KAI berharap, berharap setiap kegiatan berlangsung tentunya dapat menumbuhkan rasa cinta masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap transportasi kereta api.
Ini yang Bikin KA Kaligung Terus Eksis di Jalur Pantura, Jawabannya Disini
