PT ASDP Berencana Buka Layanan Penyeberangan ke Timor Leste dan Malaysia

Indonesia, negara yang dikelilingi lautan, memiliki kapal motor penumpang, kapal ferry dan kapal lainnya sebagai moda transportasi penyeberangan. Kapal-kapal ini menjadi salah satu pilihan untuk menuju suatu kota selain bus, kereta api dan pesawat. Bahkan meski arus laut tak bisa diprediksi, masyrakat masih banyak juga yang memilih menggunakan transportasi ini.

Baca juga: KMP Ihan Batak, Kapal Ferry Ro-Ro Mewah di Danau Toba

Baru-baru ini PT ASDP Indonesian Ferry berencana untuk membuka layanan kapal penyeberangan dengan rute internasional lima tahun kedepan. Rencana ini sendiri hadir untuk memudahkan masyarakat yang menggunakan kapal menyeberang ke luar negeri. Ada dua rute yang akan dikembangkan dan diarungi kapal milik ASDP yakni Malaysia dan Timor Leste.

Direktur Utama PT ASDP Ira Puspadewi menyebutkan pihaknya tengah mengembangkan dua rute yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Timor Leste dan Riau menuju ke Malaysia. Dalam pengembangan tersebut, ASDP akan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) agar izin dari kedua negara tersebut prosesnya lebih mudah.

“Mudah-mudahan bangun kapal internasional NTT-Dili dan Dumai-Melaka,” ujar Ira yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman tribunnews.com (18/1/2019).

Ira melanjutkan, dengan dibukanya dua rute tersebut guna menambah jumlah wisatawan dari kedua negara tetangga itu dan juga bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, meski begitu Ira belum menjelaskan lebih lanjut terkait rencana tersebut dan juga belum memaparkan berapa jumlah dana yang akan dikeluarkan untuk proyek tersebut.

Meski ada rencana pengembangan, PT ASDP juga tak melupakan pelayanan di tanah air. Sebab untuk pengembangan kapal dan dermaga dalam negeri ASDP sudah mengalokasikan dananya sebesar Rp2,2 triliun di tahun 2019 ini. Direktur Keuangan PT ASDP Djuma Satriawan mengatakan, dari odal yang ada saat ini, sebanyak Rp500 miliarnya didapatkan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan sisanya berasal dari dalam perusahaan.

Baca juga: Rolls-Royce dan Finferries Hadirkan Falco, Kapal Ferry dengan Kendali Otonom

Dalam rincian sebanyak 39 persen dari dana tersebut nantinya akan digunakan untuk perbaikan kapal-kapal yang sudah tua dan pengadaan sebelas kapal baru. Sebanyak 24 persen untuk pengembangan dermaga dan sembilan persen untuk investasi peningkatan pelayanan dserta sisanya untuk pengembangan bisnis di sektor pariwisata.

“Perusahaan tidak hanya fokus pada bisnis penyeberangan saja tapi juga ekspansi ke sektor pariwisata yang juga mempiliki prospek bagus,” tutur Ira.