PT MRT Jakarta Canangkan Integrasi Ticketing dengan TransJakarta dan PT KCI

0
William Sabandar

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, mulai melanjutkan integrasi layanannya dengan TransJakarta dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Dalam integrasi ini tak hanya layanan yang akan dikedepankan melainkan beberapa fasilitas juga akan dikembangkan.

Baca juga: Tempuh Jalur 6 Km, Pekerjaaan Konstruksi MRT Jakarta Fase 2A Dimulai Maret 2020

Salah satunya yang kini sudah berjalan yakni dengan TransJakarta membuat jembatan dari Stasiun MRT Asean menuju ke Halte CSW yang melayani koridor 13. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, penghubung MRT dengan TransJakarta ini akan mulai bisa digunakan pada Agustus 2020 mendatang.

William mengatakan selain moda, pihaknya juga berintegrasi melalui sarana dan prasarana seperti fasilitas pejalan kaki. Kemudian pihaknya juga akan melakukan pengembangan jalur pesepeda.

“Kita juga akan tingkatkan pelayanan pada pejalan kaki dan pesepeda dengan menambahkan bike rack di beberapa titik di sepanjang jalur MRT,” kata William yang ditemui di kantornya, Kamis (27/2/2020).

Bahkan kini, juga melakukan penambahan park and ride untuk kendaraan seperti mobil dan sepeda motor. Hal ini dilakukan juga karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai menaikkan tarif parkir yang cukup tinggi.

“Untuk antisipasi ini kita akan perbaiki koneksi dan interkoneksi. Kita akan tambah juga layanan kawasan parkir di daerah luar,” ujar William.

Dia menyebutkan park and ride yang akan ditambah yakni di Ragunan. Di mana akan ada shuttle service dari TransJakarta untuk mencapai stasiun MRT.

William menambahkan, saat ini transit plaza yang ada di Lebak Bulus dengan Point Square sudah mulai terlihat lebih bagus. Di mana Point Square mulai di tata dan skybridge yang menghubungkan dengan Stasiun MRT Lebak Bulus Grab sudah mulai terlihat pembangunannya.

Ternyata bukan hanya dengan TransJakarta adanya integrasi dilakukan. PT MRT Jakarta juga melakukan integrasi dengan PT KCI dan TransJakarta terkait masalah ticketing.

William menjelaskan, pihaknya tetap mengikuti peraturan dari Bank Indonesia terkait penerbitan card issuer. Dalam satu hal MRT dan KCI harus melakukan interoperability operating pada Januari 2022.

Sehingga Multi Trip (MTT) milik MRT Jakarta dan Kartu Multi Trip (KMT) milik KCI bisa dipakai di dua mesin tap masing-masing moda ini.

“Kita lakukan upaya. Task force dan instrumen disesuaikan dengan mengurus ini agar bisa dipakai semua. Windownya Desember 2021 dan bisa selesai serta digunakan pada Januari 2022,” kata William kepada KabarPenumpang.com.

Sedangkan dengan TransJakarta, William menambahkan, bahwa pihaknya juga akan gunakan satu kartu dan bekerja sama dengan JakLingko agar 2022 mendatang bisa terintegrasi semuanya serta nantinya akan dipersatukan oleh Bank Indonesia. Tak hanya kartu pembayar yang akan terintegrasi, MRT Jakarta juga akan terintegrasi dengan pembayaran melalui QR code baik dengan TransJakarta ataupun LRT Jakarta.

Baca juga: Capaian Melebihi Ekspektasi 2019, MRT Jakarta Akan Mulai Fase 2

“QR code diharapkan akan bisa lebih cepat dari kartu. Kita belum buka ke publik untuk saat ini karena masih terus uji coba untuk mendapat hasil terbaik. Kita juga mau tahu pengalam penumpang nantinya jika menggunakan QR code karena biasanya yang menggunakan teknologi ini skillnya berbeda-beda,” tutup William.

Leave a Reply