Pulau Christmas, Garda Terdepan Australia di Utara, Surganya Jutaan Kepiting Merah

0

Luas pulau ini hanya 135 km2, atau bisa diibaratkan laksana butiran debu di bentang Samudera Hindia. Namun jangan salah kira, Pulau Christmas ini menjadi point penting bagi kepentingan Australia, karena merupakan pulau terluar dari Negara Kangguru. Pulau Christmas juga dikenal sebagai titik transit para manusia perahu yang berkeinginan mendarat di Benua Australia. Bagi orang Indonesia, nama pulau ini pun tak asing, betapa tidak pulau kecil ini jaraknya hanya sekitar 500 km dari titik pantai di Selatan Jawa.

Baca juga: Pulau Rote, Strategis Bagi Perbatasan, Inilah Keindahan di Ujung Selatan Indonesia

Merujuk ke sejarahnya, dinamakan Pulau Christmas karena pulau ini ditemukan bertepatan pada hari raya Natal tahun 1643 oleh pelaut Inggris Kapten William Mynors. Pulau Christmas sendiri masuk dalam wilayah negara Australia tepatnya di Australia Barat. Namun, letak geografisnya sendiri sebenarnya lebih dekat dengan Indonesia, yang hanya sekitar 500 km dari selatan Pulau Jawa. Sebagai perbandingan, lokasi Pulau Christmas berjarak 2.600 km dari daratan Australia.

Meski wujudnya berupa pulau kecil, keberadaan Pulau Christmas sangat strategis bagi Australia dan negara-negara sekutunya. Dikenal sebagai basis transit kapal pelayaran samudara, pulau ini juga menjadi basis pangkalan militer Australia. Di era Perang Dunia II, pulau ini sempat pula diduduki oleh pasukan Jepang. Dan pada masa konfrontasi Indonesia dengan Inggris (operasi Dwikora), beberapa kali AURI pernah menerbangkan pembom Tu-16 untuk show of force di atas langit Pulau Christmas.

Dari segi iklim, Pulau Christmas memiliki iklim tropis sama dengan Indonesia. Penduduk di Pulau Natal sendiri lebih banyak bermukim di bagian utara pulau, dengan lokasi utama seperti Flying Fish Cove, Silver City, Poon San, dan Drumsite.

Vegetasi Pulau Christmas sekitar 63 persennya masih merupakan hutan hujan dan sudah dijadikan taman nasional yang dikelola oleh pemerintah Australia. Nah, bagi Anda yang ingin mengunjungi pulau ini, lebih banyak wisata alamnya baik itu pantai maupun hutannya.

Anda juga masih bisa menemukan berbagai macam spesies yang merupakan spesies endemik yakni ada 25 spesies pohon dan 135 tanaman. Selain itu juga terdapat 20 spesies kepiting dengan 13 diantaranya merupakan asli dari pulau Christmas dan juga beragam jenis unggas.

Bagi para pelancong yang ingin ke Pulau Christmas, baiknya bepergian di bulan Oktober atau November. Sebab di antara kedua bulan ini, Anda bisa menikmati pemandangan jutaan kepiting merah yang bermigrasi dari dalam hutan ke laut melalui jalan raya. Fenomena ini sangat menarik, apalagi waktu mereka bermigrasi kurang lebih 18 hari. Selama hari-hari tersebut, kepiting merah berkembang biak dan melepaskan telur-telurnya ke laut.

Tak hanya itu yang menarik, whaleshark atau hiu paus pada saat yang sama juga melewati pulau ini untuk menyantap larva-larva kepiting merah. Para penyuka spot laut seperti snorkeling atau diving, bisa melihat whaleshark dari dekat.

Terumbu karang, anemon, surgeon fish, rasse, butterfly fish, gobies, tuna dan lumba-lumba juga menarik perhatian di laut Pulau Christmas. Satu hal penting lainnya dari pulau ini yang tak terpisahkan adalah menjadi habitat asli burung, bahkan pulau ini menjadi satu-satunya habitat bagi burung bobby Abbott yang tersisa di dunia.

Setiap tahunnya ada 86 spesies burung lain singgah ke Pulau Christmas. Beberapa tempat yang bisa dikunjungi di pulau ini oleh para pelancong ada Christmas Island National Park, Lily Beach,The Dales Hiking Trail, The Grotto, Dolly Beach, Greta Beach, Golf Course, Ethel Beach dan Freshwater Cave.

Jika Anda yang ingin berbelanja souvenir bisa ke Wild Papaya. Memang harganya lumayan mahal tetapi banyak yang bisa di lihat selain souvenir yang akan di beli. Toko lokal ini menghadirkan gambar pemandangan alam, flora dan fauna yang ada di Pulau Christmas.

Baca juga: Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia

Untuk sampai ke sini, biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit, di tahun 2013 saja sekitar Rp13 juta belum termasuk tiket PP Jakarta-Perth, Visa Australia, makan dan transportasi selama di sana. Sebab untuk sampai ke pulau ini, dari Jakata melalui penerbangan ke Perth dan baru transit dari Perth ke Pulau Christmas. Sedangkan dari Singapura dan Malaysia sudah bisa terbang langsung ke pulau ini tanpa harus transit di Perth. Selain surga wisata alam, Pulau Christmas juga terkenal dengan keberadaan arena perjudian kelas dunia.

Leave a Reply