Punya Iklim Tropis, Stasiun Tulum Dibangun dengan Atap Berkisi-kisi

0
Pola atap telah memasukkan bukaan yang lebih kecil untuk memungkinkan ventilasi dan sinar matahari (Aidia Studio)

Perusahaan arsitektur Aidia Studio mulai merancang stasiun kereta api di Tulum, Meksiko. Stasiun ini nantinya memiliki atap berkisi-kisi yang akan dibangun di jalur kereta api Tren Maya. Pekerjaan konstruksi ini diharapkan akan mulai pada Januari 2022 mendatang.

Baca juga: Hilangkan Stres Penguncian di Masa Pandemi, Stasiun Phnom Penh Punya Kafe Kereta

Dilansir KabarPenumpang.com dari dezeen.com (14/6/2021), kehadiran Stasiun Tulum akan menjadi bagian dari jalur kereta api antar kota sepanjang 1.525 km yang direncanakan untuk Semenanjung Yucatan dalam lingkaran antara Cancn dan Palenque. Nantinya kereta yang akan dilayani Stasiun Tulum yakni dari Cancn ke Tulum.

Desain stasiun ini cukup unik, di mana atap akan dirancang berlubang dan terbuat dari baja struktural serta panel beton bertulang kaca untuk menutupi platform dan concourse. Grid geometris akan diglasir di beberapa tempat untuk mencegah hujan dan dilapisi dengan kayu di bagian dalam.

Karena Stasiun Tulum berada di Semenanjung Yucata dan memiliki iklim tropis membuat Aidia Studio merancang stasiun yang bisa menghadapi iklim di Tulum.

“Untuk menghadapi cuaca ekstrem ini, kami membayangkan atap kisi terbuka yang besar, berlapis kaca di lokasi strategis, memungkinkan ruang semi terbuka publik yang berfungsi tanpa ventilasi mekanis,” kata pendiri studio Rolando Rodriguez-Leal dan Natalia Wrzask.

Dia mengatakan, bukaan yang lebih kecil di area yang menerima sinar matahari tengah hari bekerja ke dalam pola atap, yang dirancang untuk menciptakan tempat teduh dan memungkinkan angin laut berhembus melalui stasiun. Stasiun ini akan mencakup toko-toko dan restoran di lantai mezzanine di atas peron dan jalur kereta api.

Nantinya pintu masuk dan keluar akan ada di kedua sisi stasiun. Aida Studio mengatakan, motif pada sisi luar dan dalam stasiun akan mengingatkan pada pola geometris tradisional suku Maya. Sebab Tulum terkenal dengan reruntuhan Maya dan garis pantai Karibia yang masih asli, yang menjadikannya tujuan wisata yang semakin populer.

“Jejak kaki berbentuk mata, terluas di tengah tempat fungsi utama stasiun bertemu, tampaknya merupakan penggunaan ruang yang paling efisien. Ini ditingkatkan dengan mengambil area seminimal mungkin yang berdekatan dengan rel dan mengimbanginya dengan menumpuk program publik stasiun di atas peron,” jelas mereka.

Baca juga: Eksentrik, Stasiun Nagatoshi Punya “Torii” di Atas Rel

Aidia Studio mengatakan mereka ingin memastikan stasiun mengambil ruang sesedikit mungkin di lanskap. Pekerjaan konstruksi di stasiun diharapkan selesai pada Juni 2023.