Q1 2018: Citilink Buka Rute ke Kuala Lumpur

Strategi dalam berekspansi menjadi denyut nadi dalam usaha penerbangan, terlebih melihat apa yang dilakukan Citilink, maskapai berbiaya rendah dibawah naungan Garuda Indonesia Group ini punya strategi tersediri dalam menyikapi ekspansi usaha. Meski satu induk dengan maskapai plat merah Garuda Indonesia, Citilink punya pakem dan rencana tersendiri untuk melebarkan sayapnya, termasuk merambah rute penerbangan reguler ke luar negeri di tahun 2018.

Baca juga: Q3 2017 – Citilink Sumbang 14 Persen Untuk Laba Garuda Indonesia Group

Meski rencana untuk melayani penerbangan internasional sudah didengungkan, berbeda dengan Lion Air, Citilink dipastikan tidak akan mengakuisisi pesawat berbada lebar atau wide body. Hal tersebut ditegaskan oleh Vice President Corporate Communications Citilink Benny S Butarbutar, “Memang benar ada rencana pada kurtal pertama tahun depan (2018-red) untuk melayani rute luar negeri, namun masih di tingkat regional,” ujar Benny S Butarbutar kepada KabarPenumpang.com di Jakarta (7/11/2017).

Karena rute yang dijejalahi adalah regional, maka jalur luar negeri yang disasar memang tak jauh-jauh, seperti Singapura, Bangkok dan Kuala Lumpur. “Jika tak ada aral melintang di Maret 2018 kami akan membuka rute perdana ke Kuala Lumpur,” tambah Benny. Ia menyebut bahwa jumlah armada yang dimiliki saat ini sudah ideal untuk melakukan ekspansi di rute-rute tersebut.

Baca juga: Airbus A320Neo – Tawarkan Kabin Lebih Senyap, Inilah Pesawat Terbaru Citilink

Sebenanya Citilink saat ini sudah melayani penerbangan ke luar negeri, namun khusus melayani penerbangan Umroh. Bahkan dengan tujuan Jakarta – Jeddah, Citilink sejatinya sudah menggarap penerbangan jarak menengah. Dalam penerbagan ke Jeddah, Citilink menggunakan pesawat narrow body terbaru Airbus A320Neo. Meski bukan wide body, dengan teknologi terbaru Airbus A320Neo akan menghemat waktu penerbangan 1 jam, sehingga lama perjalanan menjadi 12 jam dari sebelumnya 13 jam. Perjalan ke Jeddah ditempuh dengan satu kali transit di India. Dalam penerbangan ke Tanah Suci, penumpanhg mendapatkan layanan makanan dan minuman sebanyak tiga kali.

Sebelum Citilink, Lion Air sejak 2009 sudah melayani penerbangan umroh. Di awal dengan Boeing 747-400 dan kini menggunakan Airbus A330-300 dan Boeing 737 MAX-8.