Mendapatkan ruang kaki (legroom) yang lega sering kali dianggap sebagai keberuntungan semata, padahal ada langkah-langkah teknis yang bisa diambil oleh penumpang sejak tahap pemesanan tiket. Langkah pertama yang paling krusial adalah memahami bahwa tidak semua pesawat diciptakan sama, bahkan dalam satu maskapai yang sama sekalipun.
Sebelum memesan, sangat disarankan untuk melakukan verifikasi melalui situs pelacak kursi seperti SeatGuru atau AeroLOPA guna melihat peta kursi spesifik berdasarkan nomor penerbangan. Dengan memasukkan detail penerbangan, penumpang bisa mengidentifikasi “kursi emas” yang sering kali tersembunyi, seperti kursi di baris darurat atau kursi di belakang sekat pembatas kabin yang secara alami memiliki ruang lutut lebih luas karena tidak ada kursi lain di depannya.
Rekomendasi Maskapai dengan Legroom Ekonomi Terluas di Dunia 2026
Selain pemilihan posisi, memahami karakteristik armada maskapai juga memegang peranan penting. Beberapa jenis pesawat modern, seperti Airbus A350 atau Boeing 787 Dreamliner, sering kali dirancang dengan dinding kabin yang lebih tegak dan langit-langit lebih tinggi, memberikan kesan ruang yang lebih lapang secara keseluruhan. Penumpang yang jeli biasanya akan mencari kursi di baris paling belakang dari suatu sekte kabin jika pesawat tersebut memiliki lekukan badan yang mengecil, karena terkadang konfigurasi kursi berubah dari tiga menjadi dua, memberikan ruang samping yang lebih bebas.
Namun, perlu diingat bahwa kursi di baris darurat terkadang memiliki sandaran tangan yang tidak bisa diangkat karena meja lipat disimpan di dalamnya, sehingga penumpang harus mempertimbangkan antara luas ruang kaki atau lebar kursi.
Faktor waktu dalam melakukan proses check-in juga menjadi penentu keberhasilan mendapatkan kursi impian. Banyak maskapai mulai membuka pemilihan kursi gratis saat jendela check-in daring dibuka, biasanya 24 hingga 48 jam sebelum keberangkatan. Pada momen inilah kursi-kursi strategis yang sebelumnya dikunci untuk anggota elit sering kali dilepaskan ke publik secara cuma-cuma jika belum terisi.
Selain itu, tidak ada salahnya untuk bersikap ramah dan bertanya langsung kepada petugas di konter check-in bandara mengenai ketersediaan kursi di baris pintu darurat. Sering kali, jika pesawat tidak penuh, petugas memiliki wewenang untuk memindahkan penumpang ke kursi yang lebih nyaman tanpa biaya tambahan selama penumpang tersebut memenuhi kriteria fisik untuk membantu dalam kondisi darurat.
Terakhir, memanfaatkan status loyalitas atau program frequent flyer meskipun masih di level dasar dapat memberikan keuntungan tersendiri. Beberapa maskapai cenderung memberikan prioritas ruang kaki kepada mereka yang terdaftar dalam sistem mereka dibandingkan penumpang umum.
Jika semua upaya tersebut belum membuahkan hasil, strategi terakhir adalah memantau pintu pesawat sesaat sebelum ditutup. Jika terdapat baris kursi yang sepenuhnya kosong, penumpang dapat meminta izin kepada awak kabin dengan sopan untuk berpindah posisi setelah tanda sabuk pengaman dipadamkan. Kesabaran dan ketelitian dalam memperhatikan detail-detail kecil inilah yang pada akhirnya akan membedakan pengalaman terbang yang sesak dengan perjalanan yang jauh lebih santai dan berkualitas.
Penumpang Wajib Tahu, Ini Tips Mendapatkan Upgrade Kelas Kursi Secara Gratis dari Pramugari!
