Reclining Seat, Ternyata Justru Membuat Susah Penumpang

0

Menggunakan transportasi dalam perjalanan jauh sudah identik dengan kursi atau bangku yang dapat direbahkan (reclining seat). Khususnya bagi penumpang pesawat udara ternyata ada serba-serbi tentang reclining seat, selain dirancang untuk kenyamanan, nyatanya reclining seat juga bisa membuat susah penumpang.

Ternyata tak hanya nyaman untuk bersendar tapi untuk merebahkan diri kursi pesawat juga nyaman. Sayangnya banyak yang tidak setuju dengan adanya reclining seat di pesawat. Hal ini seperti mimpi buruk untuk penumpang yang ada di belakang penumpang yang menyandarkan bangkunya. Ini bisa Anda bayangkan bila Anda yang berada di belakang si penumpang yang merebahkan tempat duduknya.
tips-tidur-di-pesawatDilansir dari www.news.com.au dan www.usatoday.com merebahkan kursi pesawat sangat mengganggu penumpang lain yang ada di belakang. Terkadang bukan hanya mengganggu tetapi bisa membuat penumpang lain terluka karena tempat duduknya terlalu sempit. Apalagi bila saat menyandarkankan kursi dibelakang ada orang tua ataupun ibu hamil, ini akan sangat mengganggu.

Sebenarnya reclining atau merebahkan diri di pesawat bisa saja menyenangkan dan tidak mengganggu orang lain. Ada beberapa etika yang perlu diikuti penumpang sebelum merebahkan diri. Bertanyalah sebelum merebahkan kursi Anda, dengan bertanya kepada penumpang dibelakang, membuat Anda bisa tahu boleh atau tidaknya merebahkan diri. Bila diperbolehkan, rebahkan kursi Anda tanpa mengganggu penumpang belakang.

Biasanya, bila diperbolehkan pun alasan yang Anda gunakan juga masuk akal. Penumpang lain akan tahu bahwa memang Anda dalam perjalanan dinas yang butuh istirahat cukup agar bugar kembali saat sampai tujuan. Apalagi saat itu perjalanan yang Anda lakukan pagi hari. Selain itu kondisi badan Anda yang benar-benar membutuhkan istirahat juga akan dipikirkan lagi oleh penumpang dibelakang Anda.

Kemudian berpindah ke tempat kursi yang kosong atau tidak ada penumpangnya. Sebelum menggunakan kursi kosong, pastinya Anda akan bertanya kepada pramugari, kursi tersebut bisa digunakan untuk merebahkan diri atau tidak. Bila diperbolehkan, lebih baik Anda berpindah daripada menyusahkan orang lain.

Dari survei yang dilakukan skyscanner, ada dua pembagian penumpang dalam menggunakan kursi pesawat. Yang pertama altruistic soul dan selfish ego. Altruistic soul adalah penumpang yang masih memperhatikan sekitar. Biasanya mereka memilih untuk tidak merebahkan diri di kursinya.

Tipe kedua yakni selfish ego. Kebanyakan penumpang ini lebih memikirkan diri sendiri. Sehingga merebahkan dirinya untuk beristirahat tanpa melihat sekeliling. Usia penumpang ini biasanya diatas umur 35 tahun. Terkadang pramugari yang bertugas juga sudaah memarahi karena ada komplen dari ppenumpang lainnya.

Namun, dengan teguran pun terkadang tidak didengar oleh sipenumpaang tersebut. Dengan adanya ini, biasanya penumpang yang merasa terganggu ataupun pramugari yang sudah menegur hanya akan bisa tersenyum. Tak ayal setelah teguran itu pun si penumpang akan malu dan memperbaiki kelakuannya.

Ini biasanya mengganggu bila berada di kelas ekonomi. untuk di kelas bisnis atau kelas satu, hal ini tidak berlaku. Sebab kelas bisnis atau kelas satu memiliki fasilitas ini pada kursinya. Penumpang kelas bisnis bisa merebahkan kursi lebih leluasa dan senyaman mungkin. Teknologi yang ada pada kelas ini pun bisa dinikmati bukan hanya menyenderkan kepala saja. Di kelas bisnis penumpang bisa tidur seperti di tempat tidur rumah Anda. Kursi kelas satu atau bisnis ini merupakan fasilitas khusus bagi penumpangnya.

Leave a Reply