Wednesday, January 28, 2026
HomeAnalisa AngkutanRekomendasi Maskapai dengan Legroom Ekonomi Terluas di Dunia 2026

Rekomendasi Maskapai dengan Legroom Ekonomi Terluas di Dunia 2026

Terbang dengan kelas ekonomi sering kali diidentikkan dengan kondisi kabin yang sesak dan ruang gerak yang terbatas. Namun, bagi para pelancong yang mengutamakan kenyamanan tanpa harus merogoh kocek untuk kelas bisnis, pemilihan maskapai yang menawarkan legroom atau jarak antar kursi (pitch) yang luas menjadi faktor penentu.

Di tahun 2026, standar industri rata-rata berada di angka 31 hingga 32 inci, namun beberapa maskapai dunia berani tampil beda dengan memberikan ruang ekstra bagi penumpangnya agar dapat meluruskan kaki lebih leluasa selama penerbangan jarak jauh.

Posisi puncak dalam daftar pemilik ruang kaki terluas di dunia masih didominasi oleh maskapai asal Jepang, yaitu Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA). Kedua maskapai ini menawarkan pitch kursi hingga 34 inci atau sekitar 86,4 cm pada armada jarak jauh mereka. Strategi “Sky Wider” milik Japan Airlines secara khusus menolak tren pemadatan kursi dengan mempertahankan konfigurasi 2-4-2 pada Boeing 787 Dreamliner, alih-alih konfigurasi 3-3-3 yang lebih sempit.

Tidak mau kalah, ANA juga mulai memperkenalkan kursi Recaro generasi terbaru pada musim panas 2026 yang memberikan tambahan ruang lutut sebesar satu inci serta kemampuan sandaran kursi yang jauh lebih miring.

Selain maskapai Jepang, Emirates tetap menjadi pemain kuat dengan menawarkan ruang kaki 34 inci pada armada Airbus A380 miliknya yang ikonik.

Keuntungan-Kerugian Duduk di Kursi Dekat Jendela-Tengah-Aisle Pesawat, Mana Lebih Favorit?

Di wilayah Amerika Serikat, JetBlue berhasil mencatatkan diri sebagai pemimpin pasar domestik dengan rata-rata ruang kaki 32,3 inci, mengungguli pesaing besarnya seperti Delta Air Lines dan Alaska Airlines yang rata-rata hanya memberikan 31 inci. JetBlue memilih strategi untuk berkompetisi melalui kenyamanan dibandingkan jumlah kursi, sehingga penumpang mendapatkan ruang gerak yang lebih manusiawi di tengah persaingan harga tiket yang ketat.

Kelompok maskapai premium lainnya seperti Cathay Pacific, Singapore Airlines, dan Qantas menempati posisi menengah dengan tawaran ruang kaki sebesar 32 inci. Meskipun sedikit di bawah raksasa Jepang, maskapai-maskapai ini tetap menjadi favorit karena kombinasi antara hard product kursi yang nyaman dan layanan soft product seperti makanan dan hiburan yang berkualitas tinggi. Di sisi lain, maskapai berbiaya rendah seperti Southwest Airlines masih mempertahankan posisi kompetitif dengan ruang kaki 31,8 inci, yang tergolong cukup lega untuk standar maskapai low-cost.

Fenomena ruang kaki ini menjadi menarik karena industri penerbangan modern terus berinovasi dengan desain kursi “slim-back” yang menggunakan material komposit lebih tipis. Teknologi ini memungkinkan maskapai memberikan sensasi ruang lutut yang sama meski jarak antar kursi secara angka sebenarnya berkurang.

Namun, sejarah mencatat bahwa menambah ruang kaki adalah investasi yang berisiko; seperti kegagalan program “More Room Throughout Coach” milik American Airlines di masa lalu karena penumpang ternyata tidak selalu bersedia membayar harga lebih untuk ruang ekstra. Oleh karena itu, maskapai yang tetap mempertahankan legroom luas di tahun 2026 seperti JAL dan ANA membuktikan bahwa nilai filosofi pelayanan pelanggan dan reputasi merek tetap memiliki tempat istimewa di hati para penumpang dunia.

Benarkah Penumpang yang Duduk di Sebelah Pintu Darurat Pesawat Mendapat Legroom Lebih Luas?

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru